(1)Membentuk Kecamatan Silangkitang di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Labuhan Batu, yang meliputi wilayah:
a.Desa Aek Goti;
b.Desa Binanga Dua;
c.Desa Mandala Sena;
d.Desa Ulumahuam;
e.Desa Rintis;
f.Desa Sukadame.
(2)Wilayah Kecamatan Silangkitang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), semula merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Kota Pinang.

Pasal 4
Dengan dibentuknya Kecamatan Torgamba dan Kecamatan Silangkitang, maka wilayah Kecamatan Kota Pinang dikurangi dengan wilayah Kecamatan Torgamba dan Kecamatan Silangkitang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 ayat (1).

(1)Membentuk Kecamatan Halongonan di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Tapanuli Selatan, yang meliputi wilayah:
a.Desa Huta Imbaru I;
b.Desa Hutanopan;
c.Desa Hambulo;
d.Desa Sipenggeng;
e.Desa Paolan;
f.Desa Balimbing;
g.Desa Sitabola;
h.Desa Japinulik;
i.Desa Rondaman Sidoruregar;
j.Desa Pangirkiran;
k.Desa Sitonun;
l.Desa Tapus Jae;
m.Desa Saba;
n.Desa Paran Honas;
o.Desa Hasahatan;
p.Desa Purba Tua;
q.Desa Sandean Julu;
r.Desa Sandean Tonga;
s.Desa Sandean Jae;
t.Desa Siboru Angin;
u.Desa Pagar Gunung;
v.Desa Pangarambang;
w.Desa Hite Urat;
x.Desa Silantoyung;
y.Desa Napa Lancat;
z.Desa Halongonan;
aa.Desa Siringki Jae;
bb.Desa Sipaho;
cc.Desa Pasir Bara;
dd.Desa Bargot Topong Julu;
ee.Desa Gunung Intan;
ff.Desa Gunung Manaon III;
gg.Desa Siring Julu;
hh.Desa Bargot Topong Jae;
ii.Desa Ujung Padang;
jj.Desa Sigalagala;
kk.Desa Rondaman;
ll.Desa Mompang I;
mm.Desa Siancimun;
nn.Desa Sihopuk Baru;
oo.Desa Sihopuk Lama;
pp.Desa Hutabaru Nangka;
qq.Desa Situmbaga;
rr.Desa Bolatan.
(2)Wilayah Kecamatan Halongonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), semula merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Padang Bolak.
(3)Dengan dibentuknya Kecamatan Halongonan, maka wilayah Kecamatan Padang Bolak dikurangi dengan wilayah Kecamatan Halongonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Pasal 7
(1)Membentuk Kecamatan Amandraya di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Nias, yang meliputi wilayah:
a.Desa Tuindrao;
b.Desa Lolomoyo;
c.Desa Hilifadolo;
d.Desa Ramba-ramba;
e.Desa Sisobahili;
f.Desa Fondrake Raya;
g.Desa Orahili Eho;
h.Desa Sisarahili Susua;
i.Desa Hiliorudua;
j.Desa Hilitotao;
k.Desa Hilifalawu;
l.Desa Hiliamozula;
m.Desa Sisobambowo;
n.Desa Hilimbulawa;
o.Desa Sifaoroasi;
p.Desa Hilihoru;
q.Desa Hilimbowo;
r.Desa Lolozaria.
(2)Wilayah Kecamatan Amandraya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), semula merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Teluk Dalam.
(3)Dengan dibentuknya Kecamatan Amandraya, maka wilayah Kecamatan Teluk Dalam dikurangi dengan wilayah Kecamatan Amandraya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Pasal 8
(1)Membentuk Kecamatan Lolomatua di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Nias, yang meliputi wilayah:
a.Desa Hiliotalua;
b.Desa lawa-lawaluo;
c.Desa Hilisangawola;
d.Desa Tesikhori;
e.Desa Sifaoro'asi;
f.Desa Lalimanawa;
g.Desa Tundrumbaho;
h.Desa Sisarahili Huruna;
i.Desa Sifalago;
j.Desa Hili'uso;
k.Desa Koendrafo;
l.Desa Marao;
m.Desa Tuhemberua;
n.Desa Orahili Ulunoyo;
o.Desa Sambulu;
p.Desa Hiliwaebu;
q.Desa Amorosa;
r.Desa Loloana'a.
(2)Wilayah Kecamatan Lolomatua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), semula merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Lolowau.
(3)Dengan dibentuknya Kecamatan Lolomatua, maka wilayah Kecamatan Lolowau dikurangi dengan wilayah Kecamatan Lolomatua sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

(1)Membentuk Kecamatan Sibabangun di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Tapanuli Tengah, yang meliputi wilayah:
a.Desa Sibabangun;
b.Desa Tebing Tinggi;
c.Desa Pulo Pakkat;
d.Desa Mombang Boru;
e.Desa Anggoli;
f.Desa Muara Sibuntuon;
g.Desa Sibio-bio;
h.Desa Hutagurgur;
i.Desa Simanosor;
j.Desa Masundung;
k.Desa Aek Gambir;
l.Kelurahan Lumut.
(2)Wilayah Kecamatan Sibabangun sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), semula merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Lumut.
(3)Dengan dibentuknya Kecamatan Sibabangun, maka wilayah Kecamatan Lumut dikurangi dengan wilayah Kecamatan Sibabangun sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Pasal 11
(1)Pusat Pemerintahan Kecamatan Pangkatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) berada di Desa Pangkatan.
(2)Pusat Pemerintahan Kecamatan Torgamba sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berada di Desa Aek Batu.
(3)Pusat Pemerintahan Kecamatan Silangkitang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) berada di Desa Aek Goti.
(4)Pusat Pemerintahan Kecamatan Bilah Barat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) berada di Desa Janji.
(5)Pusat Pemerintahan Kecamatan Halongonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) berada di Desa Huta Imbaru I.
(6)Pusat Pemerintahan Kecamatan Amandraya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (1) berada di Desa Tuindrao.
(7)Pusat Pemerintahan Kecamatan Lolomatua sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1) berada di Desa Hiliotalua.
(8)Pusat Pemerintahan Kecamatan Tapian Nauli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) berada di Desa Tapian Nauli I.
(9)Pusat Pemerintahan Kecamatan Sibabangun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) berada di Desa Sibabangun.

Pemecahan, penyatuan, penghapusan, serta perubahan nama dan batas/Desa Kelurahan dalam Kecamatan-kecamatan yang ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah ini sepanjang tidak mengakibatkan perubahan batas wilayah Kecamatan, diatur dengan Peraturan Daerah sesuai pedoman yang ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri.

Pasal 14
(1)Ketentuan pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini diatur oleh Menteri Dalam Negeri berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2)Segala sesuatu yang berkenaan dengan dan sebagai akibat dari pembentukan 9 (sembilan) Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini diatur oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara sesuai dengan Peraturan perundang-undangan dan dengan memperhitungkan kemampuan keuangan Pemerintah Pusat dan/atau Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara.

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 3 Januari 1996
PRESIDEN REPUBKLIK INDONESIA,

SOEHARTO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 3 Januari 1996
MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA
REPUBLIK INDONESIA,

MOERDIONO

[tulis] » komentar « [baca]