http://ngada.org
Lembaran NegaraDaftar Peraturan meliputi a.l. UU, Perpu, PP, Perpres, Keppres, Inpres, PBI, PBPK, dan POJKBerita NegaraDaftar Peraturan dalam Berita Negara Pengundangan meliputi peraturan dari menteri, kepala/ketua badan/instansi atau lembaga yang setingkatTabel LNTabel ini memuat peraturan yang dikeluarkan sejak thn 1945Tabel BNTabel ini memuat daftar nama instansi atau lembaga dan tahun penerbitan sejak thn 2007UU ke MKDaftar dari UU yg sudah  diubah atau dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (mulai thn 2003)Peraturan ke MADaftar peraturan di bawah UU yg sudah  diubah atau dibatalkan oleh Mahkamah Agung (dan juga UU sebelum thn 2003)

(nb. akan ditambah secara bertahap)
ProlegnasProgram Legislatif Nasional
Daftar Prolegnas 5 tahunan yang telah disahkan oleh DPR serta perubahannya
Peraturan JepangDaftar peraturan (setingkat UU) yang pernah dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Jepang pada thn 1942 s/d 1945Pencarian GooglePencarian melalui Goggle hanya utk situs ini (Google Site Search), jika menginginkan cara pencarian yang lain
Lembaran Negara • Berita Negara • Tabel LN • Tabel BN • UU ke MK • Peraturan ke MA • Prolegnas • Peraturan Jepang • Pencarian Google •  Home

Cerita hari ini - (16)

Setiap orang yang mengunjungi musium pasti menginjakkan kaki di hamparan lantai marmer sambil melihat dengan penuh kekaguman pada patung marmer di dekat pintunya. Pemandangan yang terjadi setiap hari tersebut membuat Marmer Lantai menjadi berang kepada Marmer Patung.
"Ini tidak adil! Masak aku dijadikan keset, setiap hari diinjak-injak orang," umpat si Lantai kepada Patung, "padahal kita kan berasal dari tempat yang sama. Tapi coba lihat? Kamu selalu dikagumi orang, sementara saya tidak diacuhkan."
"Sobat," jawab Patung, "Kok ingatanmu begitu pendek. Kita memang berasal dari batu gunung yang sama, tapi pastilah kau sudah lupa, apa yang terjadi setelah itu?". "Tidak!" jawab si Lantai. "Cobalah kau ingat-ingat lagi. Ketika pemahat memotong-motong kita dari lereng gunung, kau sendiri yang menolak peralatan pahat ketika hendak memahatmu." "Tentu saja aku tidak mau!" teriak Lantai, "tindakan itu kan menyakitkan."
"Karena kau melawan ketika hendak dipahat, akhirnya pemahat memilih aku," jelas si Patung, 'karena aku bersedia menanggung segala penderitaan dari rasa perih akibat pahat." "Wah, aku tidak berpikir sampai ke situ." "Begitulah, kau sudah menyerah di tengah jalan," balas Patung, "Makanya sekarang tidak usah menyesal. Jangan lagi menyalahkan orang-orang yang menginjakmu."
Rasa sesal atas apa yang telah kita lakukan lambat laun akan terkubur oleh waktu, tapi rasa sesal atas segala sesuatu yang telah tidak kita lakukan (yang sebenarnya harus kita lakukan) justru sulit disembuhkan.


[tulis] » komentar « [baca]