BAB I
KETENTUAN UMUM

Dalam menyusun Prospektus dan Prospektus Ringkas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Emiten dapat melakukan penyesuaian atas pengungkapan Informasi atau Fakta Material tidak terbatas hanya pada Informasi atau Fakta Material yang telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.

Pasal 4
Anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Emiten serta penjamin pelaksana emisi Efek (jika ada) pada waktu Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif, lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal atau pihak lain yang memberikan pendapat atau keterangan dan atas persetujuannya dimuat dalam Prospektus, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, wajib bertanggung jawab bahwa Prospektus telah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (2)

Prospektus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 harus paling sedikit memuat bagian sebagai berikut:
  1. informasi pada bagian kulit muka Prospektus;
  2. daftar isi;
  3. ringkasan Prospektus;
  4. Penawaran Umum;
  5. penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum;
  6. pernyataan utang;
  7. ikhtisar data keuangan penting;
  8. analisis dan pembahasan oleh manajemen;
  9. faktor risiko;
  10. kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik;
  11. k. keterangan tentang Emiten, kegiatan usaha, serta kecenderungan dan prospek usaha;
  12. ekuitas;
  13. kebijakan dividen;
  14. perpajakan;
  15. penjaminan emisi Efek (jika ada);
  16. lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal serta pihak lain;
  17. ketentuan penting dalam anggaran dasar dan ketentuan penting lainnya terkait pemegang saham;
  18. tata cara pemesanan Efek bersifat ekuitas;
  19. penyebarluasan Prospektus dan formulir pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas;
  20. pendapat dari segi hukum;
  21. laporan keuangan; dan
  22. laporan Penilai dan laporan tenaga ahli (jika ada).

BAB III
ISI PROSPEKTUS

Bagian Pertama
Informasi pada Bagian Kulit Muka Prospektus

Pasal 7
Informasi pada bagian luar kulit muka Prospektus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. tanggal efektif Pernyataan Pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan;
  2. masa penawaran;
  3. tanggal penjatahan;
  4. tanggal pengembalian uang pemesanan;
  5. tanggal distribusi Efek;
  6. tanggal pencatatan, jika Efek tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek;
  7. nama lengkap Emiten, alamat, logo (jika ada), nomor telepon, nomor faksimili, surat elektronik, Situs Web, dan kotak pos termasuk pabrik serta kantor perwakilan (jika ada), dan kegiatan usaha utama dari Emiten;
  8. nama Bursa Efek, jika Efek tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek;
  9. jenis dari penawaran, termasuk uraian mengenai:
    1. jenis dan jumlah Efek bersifat ekuitas;
    2. uraian singkat tentang Efek bersifat ekuitas yang ditawarkan; dan
    3. jumlah nominal (jika ada), harga penawaran, dan total nilai penawaran;
  10. nama dari penjamin pelaksana emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek (jika ada);
  11. tempat dan tanggal Prospektus diterbitkan;
  12. pernyataan berikut dalam huruf kapital yang langsung dapat menarik perhatian pembaca:
    "OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HALē HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM".
    "PROSPEKTUS INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PIHAK YANG KOMPETEN.";
  13. pernyataan dalam huruf kapital bahwa Emiten dan penjamin pelaksana emisi Efek (jika ada) bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran semua informasi dan kejujuran pendapat yang diungkapkan dalam Prospektus sebagai berikut:
    "EMITEN DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK (jika ada) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI, FAKTA, DATA, ATAU LAPORAN DAN KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS INI."; dan
  14. pernyataan singkat dalam huruf kapital yang langsung dapat menarik perhatian pembaca, mengenai:
    1. risiko utama yang dihadapi Emiten; dan
    2. risiko kemungkinan tidak likuidnya Efek bersifat ekuitas yang ditawarkan (jika ada).

Pasal 8
Informasi pada bagian dalam kulit muka Prospektus harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. keterangan bahwa Pernyataan Pendaftaran telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal;
  2. pernyataan bahwa semua lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal yang disebut dalam Prospektus bertanggung jawab sepenuhnya atas data yang disajikan sesuai dengan fungsi dan kedudukan mereka, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal, dan kode etik, norma, serta standar profesi masing-masing;
  3. pernyataan bahwa sehubungan dengan Penawaran Umum, setiap pihak terafiliasi dilarang untuk memberikan keterangan atau pernyataan mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus, tanpa persetujuan tertulis dari Emiten dan penjamin pelaksana emisi Efek (jika ada);
  4. dalam hal Efek bersifat ekuitas akan dicatatkan di Bursa Efek, Emiten harus memberikan informasi atas tindakan yang akan diambil oleh Emiten jika Bursa Efek tersebut menolak permohonan pencatatan Efek bersifat ekuitas tersebut;
  5. dalam hal Prospektus mencantumkan nama pihak yang membantu Emiten dalam penyusunan Prospektus, pihak dimaksud harus membuat pernyataan bahwa telah memberikan persetujuan tertulis mengenai pencantuman nama pihak tersebut dalam Prospektus dan tidak mencabut persetujuan tersebut; dan
  6. pernyataan Emiten tentang rencana stabilisasi harga Efek, sebagai berikut:
    1. jika direncanakan opsi penjatahan lebih dalam rangka Penawaran Umum, harus diberikan pernyataan dalam huruf kapital yang langsung dapat menarik perhatian pembaca mengenai rencana dan tujuan dilaksanakannya opsi penjatahan lebih, termasuk rencana stabilisasi harga; dan
    2. jika direncanakan untuk melakukan stabilisasi harga saham tertentu yang telah tercatat di Bursa Efek untuk mempermudah pelaksanaan penjualan Efek bersifat ekuitas dalam rangka Penawaran Umum, harus diberikan pernyataan dalam huruf kapital yang langsung dapat menarik perhatian pembaca yang berbunyi sebagai berikut:
      "DALAM RANGKA MEMPERTAHANKAN HARGA PASAR SAHAM YANG SAMA, BAIK JENIS MAUPUN KELASNYA, DENGAN YANG DITAWARKAN PADA PENAWARAN UMUM INI, PENJAMIN EMISI EFEK DAPAT MELAKUKAN STABILISASI HARGA PADA TINGKAT HARGA YANG LEBIH TINGGI DARI YANG MUNGKIN TERJADI DI BURSA EFEK SEKIRANYA TIDAK DILAKUKAN STABILISASI HARGA. JIKA PENJAMIN EMISI EFEK MELAKUKAN STABILISASI HARGA, MAKA BAIK STABILISASI HARGA MAUPUN PENAWARAN UMUM TERSEBUT DAPAT DIHENTIKAN SEWAKTU-WAKTU".

Bagian Kedua
Daftar Isi

Dalam bagian ringkasan Prospektus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan informasi penting sebagai berikut:
a.kegiatan usaha dan prospek usaha Emiten;
b.keterangan tentang Efek bersifat ekuitas yang ditawarkan;
c.rencana penggunaan dana hasil Penawaran Umum;
d.struktur permodalan pada saat Prospektus diterbitkan;
e.data keuangan penting;
f.keterangan tentang Perusahaan Anak yang signifikan dalam bentuk tabel (jika ada);
g.risiko usaha; dan
h.kebijakan dividen.

Bagian Keempat
Penawaran Umum

Pasal 11
Dalam bagian Penawaran Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf d harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
a.keterangan tentang Efek bersifat ekuitas yang paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
1.jenis dan jumlah Efek bersifat ekuitas;
2.nilai nominal (jika ada);
3.harga penawaran;
4.total nilai Penawaran Umum;
5.Efek lain yang menyertai (jika ada), paling sedikit meliputi:
a)untuk waran, paling sedikit meliputi:
1)jenis dan jumlah Efek yang mendasarinya;
2)jumlah waran yang akan diterbitkan;
3)jumlah waran yang masih dan akan beredar;
4)tanggal dimulai dan tanggal diakhirinya pelaksanaan waran;
5)harga saham baru dalam pelaksanaan waran;
6)ketentuan mengenai perubahan harga pelaksanaan; dan
7)ketentuan material lainnya dari waran dimaksud;
b)untuk Efek yang dapat dikonversi menjadi saham yang dapat dibeli kembali, paling sedikit meliputi:
1)uraian tentang syarat konversi termasuk apakah hak konversi akan hilang jika tidak dilaksanakan sebelum tanggal yang diungkapkan dalam pengumuman pembelian kembali;
2)tanggal dimulai dan tanggal diakhirinya konversi; dan
3)jenis, frekuensi serta waktu pengumuman pembelian kembali termasuk di mana pengumuman tersebut akan dipublikasikan; dan
6.jumlah Efek bersifat ekuitas yang dialokasikan kepada karyawan (jika ada);
b.hak pemegang saham meliputi hak atas dividen, hak memesan Efek terlebih dahulu, dan hak lain termasuk batasan dan/atau kualifikasi atas hak tersebut (jika ada) dan pengaruhnya terhadap hak pemegang saham;
c.keterangan tentang opsi penjatahan lebih (jika ada) termasuk jumlah opsi, periode pelaksanaannya, dan rencana stabilisasi harga;
d.nama lengkap, alamat, logo (jika ada), nomor telepon, nomor faksimili, surat elektronik, Situs Web, nomor kotak pos termasuk pabrik serta kantor perwakilan, dan kegiatan usaha utama dari Emiten;
e.pernyataan ringkas dalam huruf kapital tentang faktor risiko utama yang mungkin mempunyai dampak merugikan yang material atas kualitas Efek bersifat ekuitas;
f.keterangan mengenai permodalan pada waktu Prospektus diterbitkan harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
1.modal dasar, modal ditempatkan, dan disetor penuh yang meliputi jumlah saham, nilai nominal per saham, dan jumlah nilai nominal atau jumlah dan nilai saham dalam hal saham tanpa nilai nominal;
2.seluruh jumlah dan nilai saham yang akan ditawarkan dalam Penawaran Umum;
3.keterangan tentang apakah saham yang diterbitkan dan ditawarkan kepada umum, merupakan saham portepel (saham dalam simpanan) dan/atau saham yang sudah disetor penuh (divestasi);
4.keterangan tentang (jika ada):
a)jumlah dan persentase saham yang akan dicatatkan pada Bursa Efek; serta
b)pembatasan atas pencatatan saham;
5.keterangan tentang rencana Emiten untuk mengeluarkan Efek bersifat ekuitas dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah tanggal efektif (jika ada); dan
6.informasi mengenai jumlah, nilai perolehan, dan nilai nominal saham Emiten yang dimiliki oleh Emiten sendiri (jika ada), termasuk rencana pelepasan jika sudah dapat ditentukan dan potensi dilusi kepada pemegang saham;
g.uraian mengenai opsi untuk memiliki saham (termasuk waran atau Efek konversi lain) yang telah diberikan atau disetujui untuk diberikan kepada karyawan, manajemen, pemegang saham, dan/atau pemegang Efek bersifat ekuitas dari Emiten atau Kelompok Usaha Emiten (jika ada) yang meliputi:
1.jumlah opsi;
2.kategori pihak yang memiliki opsi; dan
3.syarat, ketentuan, dan prosedur untuk penerbitan saham terkait dengan pelaksanaan opsi dimaksud;
h.keterangan tentang rincian dari struktur modal saham sebelum Penawaran Umum dan proforma struktur modal saham sesudah Penawaran Umum dalam bentuk tabel dengan ketentuan tabel atau keterangan dimaksud harus mencakup:
1.modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh yang meliputi jumlah saham, nilai nominal per saham, dan jumlah nilai nominal saham atau jumlah dan nilai saham dalam hal saham tanpa nilai nominal;
2.rincian kepemilikan saham pemegang saham dengan ketentuan pemegang saham yang memiliki 5% (lima persen) atau lebih, anggota Direksi, dan anggota Dewan Komisaris harus mengungkapkan nama, jumlah saham, jumlah nilai nominal saham dan persentase kepemilikan atau jumlah dan nilai saham serta persentase kepemilikan dalam hal saham tanpa nilai nominal;
3.saham portepel (saham dalam simpanan), yang mencakup jumlah saham, nilai nominal per saham, dan jumlah nilai nominal saham, atau jumlah dan nilai saham dalam hal saham tanpa nilai nominal; dan
4.proforma modal saham apabila Efek yang dapat dikonversikan atau dilaksanakan menjadi saham telah dikonversikan atau dilaksanakan (jika ada);
i.ketentuan dan keterangan mengenai pihak yang dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas Efek bersifat ekuitas Emiten termasuk karyawan, anggota Direksi, dan anggota Dewan Komisaris setelah Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif (jika ada); dan
j.informasi tentang persetujuan dan persyaratan yang diharuskan oleh instansi berwenang terkait dengan Penawaran Umum (jika ada).

Dalam bagian penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf e harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
a.keterangan tentang tujuan Penawaran Umum dan penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum setelah dikurangi dengan biaya dibuat secara rinci dalam bentuk jumlah dan/atau persentase dengan ketentuan:
1.dalam hal penggunaan dana untuk tujuan pembayaran utang seluruhnya atau sebagian, informasi yang harus diungkapkan meliputi keterangan mengenai kreditur, sifat hubungan afiliasi dengan kreditur (jika ada), nilai pinjaman atau jumlah utang saat ini, tingkat bunga, jatuh tempo, penggunaan pinjaman dari utang yang akan dilunasi, riwayat utang, prosedur dan persyaratan pelunasan atau pembayaran, saldo utang (setelah dibayar sebagian) dan pelunasan lebih awal (jika ada);
2.dalam hal penggunaan dana untuk tujuan pembelian saham atau akuisisi atau penyertaan dalam perusahaan lain, informasi yang harus diungkapkan meliputi uraian singkat mengenai kegiatan usaha dari perusahaan yang sahamnya akan dibeli, alasan dan pertimbangan dilakukannya pembelian saham atau akuisisi atau penyertaan dalam perusahaan lain, nama pihak penjual, metode penentuan nilai transaksi dan tahapan perkembangan status dari pembelian saham atau akuisisi atau penyertaan tersebut serta sifat hubungan afiliasi (jika ada);
3.dalam hal penggunaan dana untuk tujuan memperoleh aset secara langsung atau tidak langsung di luar kegiatan usaha utama Emiten, informasi yang harus diungkapkan meliputi alasan dan pertimbangan dilakukannya pembelian aset, jumlah dana yang digunakan, jenis aset, dan nama pihak penjual dengan ketentuan, jika aset tersebut diperoleh dari pihak yang terafiliasi dengan Emiten, fakta tersebut harus diungkapkan termasuk sifat hubungannya dengan Emiten serta bagaimana nilai perolehan aset ditentukan; dan
4.dalam hal penggunaan dana untuk tujuan pemberian pinjaman kepada Perusahaan Anak, informasi yang harus diungkapkan meliputi nama Perusahaan Anak dan tujuan penggunaan dana oleh Perusahaan Anak; dan
b.keterangan mengenai sumber dana lain yang akan digunakan untuk membiayai suatu kegiatan apabila dana hasil Penawaran Umum tidak mencukupi.

Pasal 14
Dalam hal tidak terdapat Penjamin Emisi Efek atau Penjamin Emisi Efek tidak menjamin secara penuh, Emiten harus memuat atau mengungkapkan:
a.jumlah minimum dana yang dapat diperoleh melalui Penawaran Umum berdasarkan keyakinan manajemen;
b.prioritas penggunaan dana yang diperoleh dari Penawaran Umum; dan
c.risiko dan rencana manajemen dalam hal Efek bersifat ekuitas yang ditawarkan tidak terjual sesuai rencana.

Dalam bagian pernyataan utang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf f harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
a.pernyataan mengenai posisi seluruh liabilitas pada tanggal laporan keuangan terakhir;
b.laporan keuangan terakhir yang telah diaudit yang menjadi sumber data termasuk nama kantor Akuntan Publik yang mengaudit disertai opini yang diberikan;
c.penjelasan rincian masing-masing liabilitas sesuai dengan liabilitas di laporan posisi keuangan;
d.komitmen dan kontijensi sesuai laporan keuangan terakhir;
e.liabilitas yang telah jatuh tempo tetapi belum dapat dilunasi (jika ada) dan disertai penyebab atau alasannya;
f.pinjaman yang diterima oleh Emiten dan/atau Perusahaan Anak dan/atau pinjaman yang diterima untuk kepentingan Emiten dan/atau Perusahaan Anak yang material, yang mencakup jumlah pinjaman untuk tanggal terkini yang dapat ditentukan, tingkat bunga, sifat dari pinjaman, jaminan yang diberikan, pemenuhan terhadap ketentuan liabilitas dan transaksi yang menyebabkan terjadinya liabilitas; dan
g.pernyataan manajemen.

Pasal 17
(1)Pernyataan manajemen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf g harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
a.seluruh liabilitas Emiten per tanggal laporan keuangan terakhir telah diungkapkan dalam Prospektus;
b.ada atau tidak adanya fakta material yang mengakibatkan perubahan signifikan pada:
1.liabilitas dan/atau perikatan setelah tanggal laporan keuangan terakhir sampai dengan tanggal laporan Akuntan Publik; dan
2.liabilitas dan/atau perikatan setelah tanggal laporan Akuntan Publik sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran;
c.kesanggupan manajemen untuk menyelesaikan seluruh liabilitas Emiten sebagaimana dimaksud dalam huruf a;
d.ada atau tidak adanya pelanggaran atas persyaratan dalam perjanjian kredit yang dilakukan oleh Emiten atau Perusahaan Anak dalam Kelompok Usaha Emiten yang berdampak material terhadap kelangsungan usaha Emiten, termasuk penjelasan mengenai persyaratan dalam perjanjian kredit yang dilanggar, dan tindakan yang telah atau akan diambil oleh Emiten atau Perusahaan Anak dalam Kelompok Usaha Emiten termasuk perkembangan terakhir dari negosiasi dalam rangka restrukturisasi kredit (jika ada);
e.ada atau tidak adanya keadaan lalai atas pembayaran pokok dan/atau bunga pinjaman setelah tanggal laporan keuangan terakhir sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, termasuk perkembangan terakhir dari negosiasi dalam rangka restrukturisasi utang (jika ada); dan
f.tidak terdapat pembatasan yang merugikan hak pemegang saham publik.
(2)Dalam hal dinyatakan terdapat fakta material yang mengakibatkan perubahan signifikan pada liabilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, diungkapkan uraian secara rinci mengenai fakta material dan perubahan signifikan yang terjadi pada liabilitas dimaksud.

Bagian Ketujuh
Ikhtisar Data Keuangan Penting

Pasal 18
(1)Dalam bagian ikhtisar data keuangan penting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf g harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. keterangan laporan keuangan yang telah diaudit yang menjadi sumber data termasuk informasi Akuntan Publik, nama kantor Akuntan Publik, opini yang diberikan, dan penjelasan tentang periode laporan keuangan yang dicakup;
  2. data keuangan 3 (tiga) tahun buku terakhir atau sejak berdirinya jika kurang dari 3 (tiga) tahun buku ditambah interim (jika ada);
  3. dalam hal terdapat data keuangan periode interim, disajikan perbandingannya dengan periode yang sama tahun sebelumnya (tidak harus diaudit), kecuali untuk laporan posisi keuangan;
  4. data keuangan sebagaimana dimaksud dalam huruf b paling sedikit meliputi:
    1. pendapatan;
    2. laba (rugi) bruto;
    3. laba (rugi) tahun berjalan;
    4. penghasilan komprehensif lain;
    5. total penghasilan komprehen­sif tahun berjalan;
    6. jumlah laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non Pengendali;
    7. jumlah penghasilan kompre­hensif yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dan kepentingan non Pengendali;
    8. laba (rugi) per saham;
    9. dividen per saham (jika ada pembagian dividen);
    10. total aset lancar, total aset tidak lancar, dan total aset;
    11. total liabilitas jangka pendek, total liabilitas jangka panjang, dan total liabilitas;
    12. toal ekuitas;
    13. rasio laba (rugi) tahun berjalan terhadap total aset;
    14. rasio laba (rugi) tahun berjalan terhadap ekuitas;
    15. rasio laba (rugi) tahun berjalan terhadap pendapatan;
    16. rasio lancar;
    17. rasio liabilitas terhadap ekuitas;
    18. rasio liabilitas terhadap total aset;
    19. informasi dan rasio keuangan lainnya yang relevan dengan perusahaan dan jenis industrinya; dan
    20. informasi nilai kurs, dalam hal laporan keuangan Emiten disusun selain dalam mata uang Rupiah, paling sedikit meliputi:
      a)nilai kurs pada tanggal yang paling akhir yang dapat diketahui;
      b)nilai kurs tertinggi dan terendah untuk tiap bulan selama periode 6 (enam) bulan terakhir;
      c)nilai kurs rata-rata untuk setiap tahun dan periode interim yang disajikan dalam laporan keuangan yang dihitung dengan menggunakan nilai kurs rata-rata pada hari terakhir pada tiap bulan dalam periode dimaksud; dan
      d)sumber informasi atas pengungkapan nilai kurs yang digunakan.
(2)Ikhtisar data keuangan penting yang disajikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus konsisten dengan laporan keuangan Emiten termasuk nama pos yang digunakan.

Bagian Kedelapan
Analisis dan Pembahasan oleh Manajemen

Bahasan dan analisis serta informasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. analisis kinerja keuangan komprehensif yang mencakup perbandingan kinerja keuangan dalam 3 (tiga) tahun buku terakhir atau sejak berdirinya jika kurang dari 3 (tiga) tahun buku, penjelasan tentang penyebab adanya perubahan, dan dampak perubahan tersebut, paling sedikit mencakup mengenai:
    1. aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset;
    2. liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, dan total liabilitas;
    3. ekuitas; dan
    4. pendapatan, beban, laba (rugi) tahun berjalan, penghasilan komprehensif lain, dan total penghasilan komprehensif tahun berjalan;
  2. bahasan mengenai operasi per segmen operasi (jika ada) dikaitkan dengan kondisi keuangan Emiten secara keseluruhan, yang paling sedikit mencakup:
    1. produksi;
    2. penjualan atau pendapatan usaha;
    3. kontribusi terhadap penjualan atau pendapatan dan laba usaha Emiten;
    4. profitabilitas; dan
    5. peningkatan atau penurunan kapasitas produksi;
  3. bahasan mengenai likuiditas Emiten paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
    1. sumber likuiditas secara internal dan eksternal;
    2. sumber likuiditas yang material yang belum digunakan;
    3. kecenderungan yang diketahui, permintaan, perikatan atau komitmen, kejadian dan/atau ketidakpastian yang mungkin mengakibatkan terjadinya peningkatan atau penurunan yang material terhadap likuiditas Emiten; dan
    4. pernyataan Emiten mengenai kecukupan modal kerja atau jika modal kerja tidak mencukupi, langkah yang akan dilakukan Emiten untuk mendapatkan modal kerja tambahan yang diperlukan;
  4. bahasan mengenai sumber dan jumlah arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan serta pola arus kas dikaitkan dengan karakteristik dan siklus bisnis Emiten;
  5. bahasan mengenai pembatasan yang ada terhadap kemampuan Perusahaan Anak untuk mengalihkan dana kepada Emiten dan dampak dari adanya pembatasan tersebut terhadap kemampuan Emiten dalam memenuhi kewajiban pembayaran tunai;
  6. bahasan mengenai komitmen investasi barang modal yang material yang dilakukan, dengan penjelasan tentang:
    1. pihak yang terkait dalam perjanjian;
    2. nilai keseluruhan, mata uang, dan bagian yang telah direalisasi;
    3. sanksi;
    4. tujuan dari investasi barang modal;
    5. distribusi investasi secara geografis;
    6. sumber dana yang digunakan;
    7. mata uang yang menjadi denominasi dalam hal sumber dana berasal dari pinjaman.
    8. tindakan yang dilakukan Emiten untuk melindungi risiko dari fluktuasi kurs mata uang asing yang terkait (jika ada);
    9. prakiraan periode dimulai dan selesainya proses pembangunan dalam rangka investasi barang modal; dan
    10. peningkatan kapasitas produksi yang diharapkan dari investasi barang modal;
  7. bahasan mengenai risiko fluktuasi kurs mata uang asing atau suku bunga acuan pinjaman dan pengaruhnya terhadap hasil usaha atau keadaan keuangan Emiten pada masa yang akan datang yang disertai keterangan mengenai semua pinjaman dan perikatan atau komitmen tanpa proteksi yang dinyatakan dalam mata uang asing, atau pinjaman yang suku bunganya tidak ditentukan terlebih dahulu;
  8. bahasan mengenai kejadian atau transaksi yang tidak normal dan jarang terjadi atau perubahan penting dalam ekonomi yang dapat mempengaruhi jumlah pendapatan dan profitabilitas yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang telah diaudit Akuntan Publik, sebagaimana tercantum dalam Prospektus, dengan penekanan pada laporan keuangan terakhir;
  9. bahasan mengenai komponen penting dari pendapatan atau beban lainnya yang dianggap perlu oleh Emiten dalam rangka mengetahui hasil usaha Emiten;
  10. bahasan dalam hal laporan keuangan mengungkapkan peningkatan yang material dari penjualan atau pendapatan bersih, yang meliputi pembahasan tentang sejauh mana kenaikan tersebut dapat dikaitkan dengan kenaikan harga, volume atau jumlah barang atau jasa yang dijual, atau adanya produk atau jasa baru, disertai uraian mengenai penyebab kenaikan harga atau volume tersebut;
  11. bahasan mengenai dampak perubahan harga terhadap penjualan dan pendapatan bersih Emiten serta laba operasi Emiten selama 3 (tiga) tahun terakhir atau selama Emiten menjalankan usahanya jika berdirinya kurang dari 3 (tiga) tahun, serta dampak inflasi dan perubahan kurs valuta asing, jika material;
  12. bahasan terkait perubahan kebijakan akuntansi dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun buku terakhir atau sejak berdirinya bagi Emiten yang berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun buku meliputi:
    1. ringkasan dari perubahan kebijakan akuntansi yang material;
    2. alasan perubahan kebijakan akuntansi; dan
    3. dampak kuantitatif dari perubahan tersebut terhadap kinerja keuangan Emiten;
  13. bahasan mengenai kebijakan pemerintah dan institusi lainnya dalam bidang fiskal, moneter, ekonomi publik, dan politik yang berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan usaha dan investasi Emiten dan Perusahaan Anak yang tercermin di laporan keuangan;
  14. bahasan mengenai jumlah pinjaman yang masih terutang pada tanggal laporan keuangan terakhir, kebutuhan pinjaman musiman, analisis jatuh tempo pinjaman, fasilitas pinjaman dari perbankan, pembatasan penggunaan pinjaman dan jaminan (jika ada), dengan ketentuan dalam hal pinjaman berasal dari luar negeri harus diungkapkan secara terpisah dengan jumlah mata uang asingnya; dan
  15. bahasan mengenai investasi barang modal yang dikeluarkan dalam rangka pemenuhan persyaratan regulasi dan isu lingkungan hidup (jika ada).

Pasal 21
Dalam hal laporan keuangan prospektif berupa prakiraan keuangan diungkapkan dalam bagian analisis dan pembahasan manajemen, pengungkapan tersebut harus disertai bahasan tentang prakiraan penjualan atau pendapatan usaha, laba bersih, dan kondisi keuangan secara keseluruhan dengan ketentuan:
  1. prakiraan keuangan harus dipersiapkan dengan seksama, objektif, dan berdasarkan asumsi yang wajar dan layak dipercaya;
  2. prakiraan keuangan harus disertai dengan penjelasan mengenai sejauh mana prakiraan penjualan atau pendapatan usaha didasarkan pada kontrak atau pesanan yang pasti, alasan bahwa prakiraan tersebut dapat dicapai, dan dampak dari perubahan kondisi bisnis dan operasi atas prakiraan tersebut;
  3. kewajaran penyusunan prakiraan keuangan harus diperiksa oleh Akuntan Publik, dan hasil pemeriksaan Akuntan Publik harus diungkapkan dalam pembahasan manajemen; dan
  4. Emiten wajib bertanggung jawab atas kelayakan prakiraan keuangan tersebut.

Bagian Kesembilan
Faktor Risiko

(1)Faktor risiko usaha dan risiko umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 huruf b dan huruf c harus disusun berdasarkan bobot risiko.
(2)Pengungkapan faktor risiko sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus diuraikan secara rinci disertai dampak masing-masing risiko terhadap kinerja Emiten.

Bagian Kesepuluh
Kejadian Penting setelah Tanggal Laporan Akuntan Publik

Pasal 24
Dalam bagian kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf j, harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
a.informasi tentang semua kejadian penting yang terjadi setelah tanggal laporan Akuntan Publik sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran; dan
b.pernyataan manajemen mengenai tidak terdapatnya kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik sampai dengan tanggal efektifnya Pernyataan Pendaftaran, dalam hal tidak terdapat kejadian penting.

Bagian Kesebelas
Keterangan tentang Emiten, Kegiatan Usaha, serta
Kecenderungan dan Prospek Usaha

Dalam bagian kebijakan dividen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf m harus memuat atau mengungkapkan informasi mengenai kebijakan dividen serta riwayat pembayaran dividen.

Bagian Keempat Belas
Perpajakan

Pasal 28
Dalam bagian perpajakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf n harus memuat atau mengungkapkan informasi mengenai pajak yang berlaku baik bagi pemodal maupun Emiten dan fasilitas khusus perpajakan yang diperoleh.

Bagian Kelima Belas
Penjaminan Emisi Efek

Pasal 29
Dalam bagian penjaminan emisi Efek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf o harus memuat atau mengungkapkan uraian tentang ketentuan dan persyaratan yang penting dari perjanjian penjaminan emisi Efek, paling sedikit meliputi:
a.nama penjamin pelaksana emisi Efek;
b.nama Penjamin Emisi Efek;
c.bentuk penjaminan;
d.persentase dan nilai penjaminan;
e.sifat hubungan afiliasi antara Penjamin Emisi Efek dengan Emiten (jika ada); dan
f.uraian tentang pendekatan atau metode dalam penentuan harga Efek bersifat ekuitas termasuk faktor dan parameter yang digunakan dalam penentuan harga.

Bagian Keenam Belas
Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal serta Pihak Lain

Pasal 30
Dalam bagian lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal serta pihak lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf p harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. nama, alamat, dan uraian mengenai tugas dan tanggung jawab dari lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal dan pihak lain yang berperan serta dalam Penawaran Umum;
  2. kualifikasi profesional, untuk pihak selain yang terdaftar di Pasar Modal (jika ada);
  3. keterangan mengenai keanggotaan profesi penunjang Pasar Modal dalam asosiasi; dan
  4. pernyataan Emiten terkait tidak adanya hubungan afiliasi antara Emiten dengan profesi penunjang Pasar Modal.

Bagian Ketujuh Belas
Ketentuan Penting dalam Anggaran Dasar dan
Ketentuan Penting Lainnya Terkait Pemegang Saham

Pasal 31
Dalam bagian ketentuan penting dalam anggaran dasar dan ketentuan penting lainnya terkait pemegang saham sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf q, harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. ketentuan penting dalam anggaran dasar, paling sedikit meliputi:
    1. maksud dan tujuan serta kegiatan usaha;
    2. ketentuan yang mengatur mengenai perubahan permodalan;
    3. ketentuan yang mengatur tentang pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan dan rapat umum pemegang saham luar biasa;
    4. hak, preferensi, dan pembatasan yang terdapat pada masing-masing jenis saham, paling sedikit meliputi:
      a)hak atas dividen, termasuk batas waktu hilangnya hak atas dividen;
      b)hak suara;
      c)hak atas pembagian sisa aset dalam hal terjadi likuidasi; dan
      d)hak memesan Efek terlebih dahulu;
    5. ringkasan ketentuan dalam anggaran dasar yang berkaitan dengan Direksi paling sedikit:
      a)kewenangan dan pembatasan kewenangan anggota Direksi atas suatu proposal, perjanjian, kontrak atau persetujuan pinjaman (jika ada); dan
      b)ketentuan mengenai periode jabatan anggota Direksi; dan
    6. ringkasan ketentuan dalam anggaran dasar yang penting berkaitan dengan Dewan Komisaris; dan
  2. ketentuan penting lainnya terkait pemegang saham:
    1.ketentuan yang mengatur tentang pembatasan hak untuk memiliki saham termasuk hak bagi pemegang saham asing untuk memiliki atau melaksanakan hak suara (jika ada);
    2.ketentuan yang mengatur tentang perjanjian atau peraturan yang dapat berpengaruh terhadap perubahan pengendalian Emiten, penggabungan usaha, akuisisi, atau restrukturisasi Emiten dan Perusahaan Anak; dan
    3.ketentuan yang mengatur tentang kewajiban pengungkapan kepemilikan saham dengan batasan tertentu.

Bagian Kedelapan Belas
Tata Cara Pemesanan Efek Bersifat Ekuitas

Pasal 32
Dalam bagian tata cara pemesanan Efek bersifat ekuitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf r, harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. pengajuan pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas;
  2. persyaratan pemesanan yang dapat diterima;
  3. jumlah paling sedikit yang dapat dipesan untuk setiap pemesanan;
  4. penyerahan formulir pemesanan;
  5. masa Penawaran Umum;
  6. tanggal penjatahan;
  7. kriteria dan persyaratan pemesanan khusus oleh karyawan;
  8. persyaratan pembayaran termasuk batas waktu pembayaran;
  9. tanda terima untuk formulir pemesanan;
  10. metode penjatahan Efek bersifat ekuitas;
  11. kriteria pembatalan pemesanan;
  12. pengembalian uang pemesanan yang mencakup:
    1. tingkat bunga yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan ganti rugi atas keterlambatan pengembalian uang pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas, dengan menyebutkan persentase tingkat bunga, atau pengukur lainnya; dan
    2. tata cara yang akan digunakan dalam melakukan pengembalian uang pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas dan ganti rugi yang paling sedikit mengenai:
      a)jenis alat pembayaran; dan
      b)cara pembayaran; dan
  13. distribusi Efek bersifat ekuitas.

Bagian Kesembilan Belas
Penyebarluasan Prospektus dan Formulir Pemesanan
Pembelian Efek Bersifat Ekuitas

Pasal 33
Dalam bagian penyebarluasan Prospektus dan formulir pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf s, harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. penjelasan tentang nama, alamat, dan nomor telepon Emiten, Penjamin Emisi Efek, agen penjualan Efek, dan biro administrasi Efek (jika menggunakan biro administrasi Efek);
  2. penjelasan tentang metode dan batas waktu penyebaran Prospektus;
  3. tempat di mana Prospektus dan formulir pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas atau dokumen lainnya yang berkaitan dengan Penawaran Umum atau salinannya yang disebutkan dalam Prospektus dapat diperoleh; dan
  4. d. tempat dan pihak yang dapat dihubungi untuk memperoleh Prospektus.

Bagian Kedua Puluh
Pendapat dari Segi Hukum

Pasal 34
Dalam bagian pendapat dari segi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf t, pendapat dari Konsultan Hukum harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. keabsahan akta pendirian;
  2. kesesuaian anggaran dasar terakhir dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal;
  3. keabsahan perjanjian dalam rangka Penawaran Umum dan perjanjian penting lainnya;
  4. izin dan persetujuan pokok yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan usaha atau kegiatan usaha yang direncanakan Emiten;
  5. status kepemilikan, pembebanan, asuransi, dan sengketa atas aset Emiten yang nilainya material;
  6. perkara yang penting dan relevan, tuntutan perdata atau pidana, serta tindakan hukum lainnya menyangkut Emiten dan Perusahaan Anak, anggota Direksi atau anggota Dewan Komisaris (jika ada);
  7. struktur permodalan dan pemegang saham Emiten serta setiap perubahannya selama 3 (tiga) tahun terakhir sebelum Pernyataan Pendaftaran atau sejak berdirinya bagi Emiten yang berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
  8. aspek hukum material lainnya sehubungan dengan Emiten dan penawaran Efek bersifat ekuitas yang akan dilaksanakan.

Bagian Kedua Puluh Satu
Laporan Keuangan

Pasal 35
Dalam bagian laporan keuangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf u, harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
  1. laporan keuangan 3 (tiga) tahun buku terakhir atau sejak berdirinya bagi Emiten yang berdiri kurang dari 3 (tiga) tahun buku yang disajikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai penyajian dan pengungkapan laporan keuangan Emiten atau Perusahaan Publik serta ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai pedoman akuntansi perusahaan Efek; dan
  2. b. laporan Akuntan Publik berkenaan dengan laporan keuangan yang disajikan.

Pasal 36
Dalam hal efektifnya Pernyataan Pendaftaran melebihi 6 (enam) bulan dari laporan keuangan tahunan terakhir, laporan keuangan tahunan terakhir harus dilengkapi dengan laporan keuangan interim yang telah diaudit oleh Akuntan Publik, sehingga jangka waktu antara tanggal efektif Pernyataan Pendaftaran dan tanggal laporan keuangan interim tidak melampaui 6 (enam) bulan.

Pasal 37
(1)Laporan keuangan interim harus disajikan dengan perbandingan periode interim yang sama dari 1 (satu) tahun buku sebelumnya, kecuali untuk laporan posisi keuangan.
(2)Laporan keuangan interim yang digunakan sebagai pembanding tidak harus diaudit.

Pasal 38
Dalam hal setelah tanggal laporan keuangan terakhir, Emiten melakukan transaksi yang berdampak signifikan terhadap aset, liabilitas, dan hasil operasi Emiten, Emiten harus mengungkapkan informasi keuangan proforma.

Bagian Kedua Puluh Dua
Laporan Penilai dan Laporan Tenaga Ahli

Pasal 39
(1)Dalam hal terdapat laporan Penilai dan laporan tenaga ahli, dalam bagian laporan Penilai dan laporan tenaga ahli sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf v, harus paling sedikit memuat atau mengungkapkan:
a.ringkasan laporan Penilai atau tenaga ahli; dan
b.untuk tenaga ahli, harus mengungkapkan juga informasi meliputi nama, alamat, dan kualifikasi tenaga ahli serta pernyataan bahwa tenaga ahli tersebut telah memberikan persetujuan atas pencantuman ringkasan laporan dimaksud dalam Prospektus dalam hal Prospektus memuat ringkasan laporan dari tenaga ahli.
(2)Laporan Penilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a harus memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai pedoman penilaian dan penyajian laporan penilaian properti di Pasar Modal.

BAB IV
BENTUK PROSPEKTUS RINGKAS

Pasal 40
Prospektus Ringkas paling sedikit memuat informasi sebagai berikut:
a.informasi tentang penawaran Efek bersifat ekuitas;
b.informasi tentang penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum;
c.informasi tentang ikhtisar data keuangan penting;
d.informasi tentang analisis pembahasan manajemen;
e.informasi tentang faktor risiko;
f.informasi tentang kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik;
g.informasi singkat tentang Emiten dan Perusahaan Anak;
h.informasi tentang tata cara pemesanan Efek bersifat ekuitas; dan
i.informasi tentang penyebarluasan Prospektus dan formulir pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas.

BAB V
ISI PROSPEKTUS RINGKAS

Pasal 41
Informasi tentang penawaran Efek bersifat ekuitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf a harus paling sedikit memuat informasi sebagai berikut:
  1. tanggal izin pengumuman Prospektus Ringkas;
  2. masa penawaran awal;
  3. prakiraan tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan;
  4. prakiraan masa penawaran;
  5. prakiraan tanggal penjatahan;
  6. prakiraan tanggal pengembalian uang pemesanan;
  7. prakiraan tanggal distribusi Efek;
  8. prakiraan tanggal pencatatan, jika Efek tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek;
  9. nama lengkap, alamat, logo (jika ada), nomor telepon atau faksimili, surat elektronik, Situs Web, dan kotak pos termasuk pabrik serta kantor perwakilan (jika ada), dan kegiatan usaha utama dari Emiten;
  10. nama Bursa Efek, jika Efek tersebut akan dicatatkan di Bursa Efek;
  11. jenis dari penawaran, termasuk uraian mengenai sifat, uraian singkat tentang Efek bersifat ekuitas yang ditawarkan, nilai nominal dan uraian tentang prakiraan jumlah dan prakiraan harga, atau pendekatan dan/atau metode dalam penentuan harga Efek bersifat ekuitas termasuk faktor serta parameter yang digunakan dalam penentuan harga;
  12. ringkasan hak pemegang Efek;
  13. keterangan tentang apakah saham yang diterbitkan dan ditawarkan kepada umum, merupakan saham portepel (saham dalam simpanan) dan/atau saham yang sudah disetor penuh;
  14. keterangan mengenai opsi untuk memiliki saham Emiten termasuk waran atau Efek yang dapat dikonversi menjadi saham yang telah diberikan atau disetujui untuk diberikan kepada karyawan, manajemen, pemegang saham, dan/atau pemegang Efek bersifat utang dari Emiten atau Kelompok Usaha Emiten (jika ada);
  15. keterangan tentang rincian dari struktur modal saham sebelum Penawaran Umum dan proforma struktur modal saham sesudah Penawaran Umum dalam bentuk tabel, paling sedikit:
    1. modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh yang meliputi jumlah saham, nilai nominal, dan jumlah nilai nominal atau jumlah dan nilai saham dalam hal saham tanpa nilai nominal;
    2. rincian kepemilikan saham pemegang saham dengan ketentuan pemegang saham yang memiliki 5% (lima persen) atau lebih, anggota Direksi, dan anggota Dewan Komisaris harus mengungkapkan nama, jumlah saham, jumlah nilai nominal saham dan persentase kepemilikan atau jumlah dan nilai saham serta persentase kepemilikan dalam hal saham tanpa nilai nominal;
    3. saham portepel (saham dalam simpanan), yang mencakup jumlah saham dan nilai nominal atau jumlah dan nilai saham dalam hal saham tanpa nilai nominal; dan
    4. proforma modal saham apabila Efek yang dapat dikonversikan atau dilaksanakan menjadi saham dikonversikan atau dilaksanakan (jika ada);
  16. pihak yang dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas Efek bersifat ekuitas Emiten termasuk karyawan, anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris setelah Pernyataan Pendaftaran menjadi efektif (jika ada);
  17. prakiraan nama lengkap dari penjamin pelaksana emisi Efek dan Penjamin Emisi Efek (jika ada);
  18. prakiraan nama lengkap dari lembaga dan profesi penunjang Pasar Modal serta pihak lain;
  19. prakiraan nama dan alamat lengkap dari agen penjualan Efek;
  20. prakiraan tempat dan tanggal Prospektus diterbitkan;
  21. pernyataan dalam huruf kapital, bercetak tebal yang langsung dapat menarik perhatian pembaca, yaitu:
    "INFORMASI DALAM DOKUMEN INI MASIH DAPAT DILENGKAPI DAN/ATAU DIUBAH. PERNYATAAN PENDAFTARAN EFEK INI TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN NAMUN BELUM MEMPEROLEH PERNYATAAN EFEKTIF DARI OTORITAS JASA KEUANGAN. INFORMASI INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN DALAM RANGKA PENAWARAN AWAL TERHADAP EFEK INI. EFEK INI TIDAK DAPAT DIJUAL SEBELUM PERNYATAAN PENDAFTARAN YANG TELAH DISAMPAIKAN KEPADA OTORITAS JASA KEUANGAN MENJADI EFEKTIF. PEMESANAN MEMBELI EFEK INI HANYA DAPAT DILAKSANAKAN SETELAH CALON PEMBELI ATAU PEMESAN MENERIMA ATAU MEMPUNYAI KESEMPATAN UNTUK MEMBACA PROSPEKTUS.";
    "INFORMASI LENGKAP TERKAIT PENAWARAN UMUM TERDAPAT DALAM PROSPEKTUS.";
  22. pernyataan berikut dalam huruf kapital yang langsung dapat menarik perhatian pembaca:
    "OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN ISI PROSPEKTUS RINGKAS INI."
    "SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL-HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.";
    "EMITEN DAN PENJAMIN PELAKSANA EMISI EFEK (jika ada) BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI ATAU FAKTA MATERIAL SERTA KEJUJURAN PENDAPAT YANG TERCANTUM DALAM PROSPEKTUS RINGKAS INI.";
  23. pernyataan Emiten tentang rencana stabilisasi harga Efek (jika ada); dan
  24. pernyataan bahwa sehubungan dengan Penawaran Umum, setiap pihak terafiliasi dilarang memberikan keterangan atau pernyataan mengenai data yang tidak diungkapkan dalam Prospektus tanpa persetujuan tertulis dari Emiten dan penjamin pelaksana emisi Efek (jika ada).

Pasal 42
Informasi tentang penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf b memuat ringkasan informasi atas hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 huruf a.

Pasal 43
Informasi tentang ikhtisar data keuangan penting sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf c, paling sedikit harus memuat atau mengungkapkan:
a.pendapatan;
b.laba (rugi) tahun berjalan;
c.total penghasilan komprehensif tahun berjalan;
d.total aset;
e.total liabilitas;
f.total ekuitas;
g.rasio laba (rugi) tahun berjalan terhadap total aset;
h.rasio laba (rugi) tahun berjalan terhadap ekuitas; dan
i.rasio keuangan yang relevan dengan industri Emiten.

Pasal 44
Informasi tentang analisis pembahasan manajemen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf d memuat bahasan secara ringkas atas hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 sampai dengan Pasal 21.

Pasal 45
Informasi tentang faktor risiko sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf e memuat ringkasan atas hal yang diatur dalam Pasal 22.

Pasal 46
Informasi tentang kejadian penting setelah tanggal laporan Akuntan Publik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf f meliputi informasi tentang semua fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan Akuntan Publik.

Pasal 47
Informasi singkat tentang Emiten dan Perusahaan Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf g, harus paling sedikit memuat dan mengungkapkan:
a.informasi singkat tentang Emiten termasuk kegiatan usaha serta nama anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris Emiten; dan
b.informasi singkat tentang Perusahaan Anak termasuk kegiatan usaha Perusahaan Anak tersebut.

Pasal 48
Informasi tentang tata cara pemesanan Efek bersifat ekuitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf h memuat ringkasan atas hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32.

Pasal 49
Informasi tentang penyebarluasan Prospektus dan formulir pemesanan pembelian Efek bersifat ekuitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 huruf i memuat ringkasan atas hal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33.

BAB VI
KETENTUAN LAIN-LAIN

Pasal 50
(1)Dalam hal Emiten akan menerbitkan Efek utang konversi melalui Penawaran Umum, sifat Efek utang konversi tersebut harus merupakan Efek utang wajib konversi.
(2)Pengungkapan informasi di dalam Prospektus untuk Efek sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi seluruh pengungkapan informasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini, dan pengungkapan untuk penerbitan Efek utang konversi sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Bentuk dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.

Pasal 51
Dalam hal Penawaran Umum disertai dengan penerbitan waran, jumlah waran yang akan diterbitkan dan waran yang telah beredar tidak boleh melebihi 35% (tiga puluh lima persen) dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat Pernyataan Pendaftaran disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan.

Pasal 52
Dalam hal manajer penjatahan dalam Penawaran Umum Efek bersifat ekuitas Emiten juga membantu pemegang saham yang melakukan pelepasan saham kepada pihak tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf d, manajer penjatahan wajib mendahulukan kepentingan Emiten.

Pasal 53
Dalam hal Emiten syariah mengajukan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Efek bersifat ekuitas, selain wajib memenuhi ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini, Emiten syariah wajib memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Syariah Berupa Saham oleh Emiten Syariah atau Perusahaan Publik Syariah.

BAB VII
KETENTUAN SANKSI

Pasal 54
(1)Dengan tidak mengurangi ketentuan pidana di bidang Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan berwenang mengenakan sanksi administratif terhadap setiap pihak yang melakukan pelanggaran ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini, termasuk pihak yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut, berupa:
a.peringatan tertulis;
b.denda, yaitu kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu;
c.pembatasan kegiatan usaha;
d.pembekuan kegiatan usaha;
e.pencabutan izin usaha;
f.pembatalan persetujuan; dan
g.pembatalan pendaftaran.
(2)Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, atau huruf g dapat dikenakan dengan atau tanpa didahului pengenaan sanksi administratif berupa peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a.
(3)Sanksi administratif berupa denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat dikenakan secara tersendiri atau secara bersama-sama dengan pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, atau huruf g.

Pasal 55
Selain sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (1), Otoritas Jasa Keuangan dapat melakukan tindakan tertentu terhadap setiap pihak yang melakukan pelanggaran ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.

Pasal 56
Otoritas Jasa Keuangan dapat mengumumkan pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 ayat (1) dan tindakan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 kepada masyarakat.

BAB VIII
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 57
Bagi Emiten yang telah mengajukan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Efek bersifat ekuitas kepada Otoritas Jasa Keuangan namun Pernyataan Pendaftaran dimaksud belum efektif sebelum berlakunya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini, Prospektus yang disampaikan oleh Emiten dalam rangka Penawaran Umum Efek bersifat ekuitas tetap mengikuti Peraturan Nomor IX.C.2, lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep- 51/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum dan Peraturan Nomor IX.C.3, lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-43/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Perubahan Peraturan Nomor IX.C.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum.

BAB IX
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 58
Pada saat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku:
  1. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-51/PM/1996 tanggal 17 Januari 1996 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum beserta Peraturan Nomor IX.C.2 yang merupakan lampirannya;
  2. Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Nomor Kep-43/PM/2000 tanggal 27 Oktober 2000 tentang Perubahan Peraturan Nomor IX.C.3 tentang Pedoman Mengenai Bentuk dan Isi Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran Umum beserta Peraturan Nomor IX.C.3 yang merupakan lampirannya; dan
  3. Surat Edaran Badan Pengawas Pasar Modal Nomor SE- 05/BL/2006 tanggal 29 September 2006 tentang Keterbukaan Informasi Mengenai Biaya yang Dikeluarkan Dalam Rangka Penawaran Umum,
dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 59
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 14 Maret 2017
KETUA DEWAN KOMISIONER
OTORITAS JASA KEUANGAN,

MULIAMAN D. HADAD
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 14 Maret 2017
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,

YASONNA H. LAOLY


[tulis] » komentar « [baca]