BAB I
KETENTUAN UMUM

(1)Manajer Investasi dapat melakukan penjualan Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset melalui kerja sama dengan Agen Penjual Efek Reksa Dana yang merupakan gateway sepanjang tidak ditawarkan melalui Penawaran Umum.
(2)Kegiatan penjualan yang dilakukan oleh Agen Penjual Efek Reksa Dana kepada calon Pemodal dapat dilakukan baik melalui pertemuan langsung, surat, dan/atau media elektronik.
(3)Kegiatan penjualan Unit Pernyertaan Dana Investasi Multi Aset wajib didasarkan pada kontrak kerja sama antara Agen Penjual Efek Reksa Dana dengan Manajer Investasi sebagai pengelola Dana Investasi Multi Aset.
(4)Kontrak kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (3) paling sedikit memuat hal sebagai berikut:
a.identitas masing-masing pihak yang terlibat dalam kontrak;
b.hak dan kewajiban masing-masing pihak;
c.kewajiban Agen Penjual Efek Reksa Dana untuk memberikan informasi data pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset kepada Manajer Investasi yang hanya dapat digunakan untuk kepentingan aktivitas yang berkaitan dengan Dana Investasi Multi Aset;
d.komisi yang diterima Agen Penjual Efek Reksa Dana dan biaya yang menjadi beban Agen Penjual Efek Reksa Dana dan/atau Manajer Investasi;
e.tata cara pencantuman informasi dan data tentang identitas Agen Penjual Efek Reksa Dana, Manajer Investasi, dan Bank Kustodian dalam dokumen yang terkait dengan pemesanan penjualan atau pembelian kembali Dana Investasi Multi Aset oleh pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset;
f.tata cara pembayaran dan penyerahan dana terkait penjualan dan pembelian kembali Dana Investasi Multi Aset;
g.jangka waktu kontrak keagenan;
h.penunjukan lembaga peradilan, lembaga alternatif penyelesaian sengketa di sektor Pasar Modal, atau lembaga alternatif penyelesaian sengketa lainnya sebagai lembaga untuk menyelesaikan perselisihan dan sengketa perdata antar para pihak; dan
i.ketentuan pengakhiran kontrak.

Bagian Kedua
Nama Dana Investasi Multi Aset

Pasal 4
(1)Nama Dana Investasi Multi Aset wajib menggambarkan:
a.nama Manajer Investasi; dan
b.denominasi mata uang asing yang digunakan, jika menggunakan mata uang selain Rupiah.
(2)Nama Dana Investasi Multi Aset dilarang:
a.sama dengan nama Dana Investasi Multi Aset lain;
b.mengandung ungkapan mengenai kepastian atau janji atas imbal hasil, ketiadaan risiko investasi;
c.mengandung ungkapan Manajer Investasi memiliki keunggulan tertentu yang belum tentu benar; dan/atau
d.tidak konsisten dengan kebijakan investasi Dana Investasi Multi Aset.

Bagian Ketiga
Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset

(1)Nilai investasi awal pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset wajib ditentukan paling sedikit Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).
(2)Dalam hal Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset diterbitkan dengan menggunakan denominasi mata uang asing, minimum investasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebesar nilai yang setara dengan Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah) dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada saat dilakukan transaksi.
(3)Setoran investasi awal pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset dapat berupa Portofolio Efek dan/atau portofolio investasi selain Efek dengan nilai yang setara dengan Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).
(4)Dalam hal setoran investasi awal pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset berupa Portofolio Efek dan/atau portofolio investasi selain Efek sebagaimana dimaksud pada ayat (3) maka:
a.nilai awal investasi berupa Portofolio Efek pada Dana Investasi Multi Aset wajib dinilai berdasarkan nilai pasar wajar yang dihitung dengan metode yang mengacu pada peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai nilai pasar wajar dari Efek dalam portofolio Reksa Dana; dan/atau
b.nilai awal investasi berupa portofolio investasi selain Efek dalam Dana Investasi Multi Aset wajib dinilai berdasarkan nilai pasar wajar yang tersedia secara terbuka bagi umum atau ditentukan oleh penilai independen yang ditunjuk oleh Manajer Investasi.

Bagian Keempat
Persyaratan Manajer Investasi Pengelola Dana Investasi
Multi Aset

Pasal 7
Manajer Investasi pengelola Dana Investasi Multi Aset wajib memenuhi ketentuan:
a.memiliki paling sedikit 1 (satu) orang pegawai yang memiliki keahlian di bidang investasi yang dibuktikan dengan:
1.sertifikat Chartered Financial Analyst (CFA); atau
2.izin orang perseorangan sebagai wakil Manajer Investasi dan memiliki pengalaman dalam mengelola Portofolio Efek Reksa Dana paling singkat 5 (lima) tahun, yang terlibat secara langsung dalam pengelolaan Dana Investasi Multi Aset tersebut; dan
b.memiliki komite investasi yang bertugas untuk:
1.menetapkan kebijakan dan strategi investasi Dana Investasi Multi Aset; dan
2.mengawasi seluruh kegiatan investasi Dana Investasi Multi Aset dari awal investasi sampai dengan divestasi atau selama masa berlaku Kontrak Investasi Kolektif.

Bagian Kelima
Pengelolaan Dana Investasi Multi Aset

Pasal 8
(1)Tujuan dan kebijakan investasi, strategi investasi, serta komposisi portofolio investasi Dana Investasi Multi Aset wajib ditentukan oleh Manajer Investasi dan dicantumkan dalam Kontrak Investasi Kolektif dan dokumen keterbukaan Dana Investasi Multi Aset.
(2)Tujuan dan kebijakan investasi, strategi investasi, serta komposisi portofolio investasi Dana Investasi Multi Aset sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berubah sepanjang memenuhi ketentuan sebagai berikut:
a.telah memperoleh persetujuan pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset; dan
b.dituangkan dalam perubahan Kontrak Investasi Kolektif dan dokumen keterbukaan Dana Investasi Multi Aset.
(3)Perubahan Kontrak Investasi Kolektif dan dokumen keterbukaan Dana Investasi Multi Aset sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b wajib disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak perubahan Kontrak Investasi Kolektif dan dokumen keterbukaan Dana Investasi Multi Aset memperoleh persetujuan pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset.

Dalam melakukan pengelolaan Dana Investasi Multi Aset, Manajer Investasi wajib:
a.memiliki strategi diversifikasi risiko atas Portofolio Efek dan/atau portofolio investasi selain Efek yang menjadi aset dari Dana Investasi Multi Aset; dan
b.memiliki manajemen likuiditas yang memadai atas investasi pada Portofolio Efek dan/atau portofolio investasi selain Efek yang menjadi aset dari Dana Investasi Multi Aset.

Pasal 11
Manajer Investasi dilarang melakukan tindakan yang dapat menyebabkan Dana Investasi Multi Aset:
a.melakukan penerbitan Efek bersifat utang;
b.melakukan penempatan pada instrumen investasi di pasar keuangan dan/atau pada investasi di luar pasar keuangan di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak dan peraturan pelaksanaannya; dan
c.berinvestasi pada Dana Investasi Multi Aset lain.

Manajer Investasi dilarang terafiliasi dengan Bank Kustodian kecuali hubungan afiliasi yang terjadi karena penyertaan modal pemerintah Republik Indonesia.

Pasal 14
Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Multi Aset dan perubahannya wajib dibuat secara notariil.

(1)Manajer Investasi yang mengelola Dana Investasi Multi Aset wajib:
a.memisahkan kekayaan Dana Investasi Multi Aset dari kekayaan Manajer Investasi;
b.memelihara semua catatan penting yang berkaitan dengan transaksi Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset terpisah dari pembukuan dan pelaporan dari Manajer Investasi;
c.memelihara semua catatan penting yang berkaitan dengan transaksi investasi untuk kepentingan Dana Investasi Multi Aset terpisah dari pembukuan dan pelaporan dari Manajer Investasi;
d.menunjuk Bank Kustodian pengganti bila diperlukan;
e.mengelola Dana Investasi Multi Aset semata-mata untuk kepentingan pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta Kontrak Investasi Kolektif, dokumen keterbukaan, dan kontrak lainnya terkait Dana Investasi Multi Aset;
f.menyampaikan laporan Dana Investasi Multi Aset kepada pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset dan Otoritas Jasa Keuangan;
g.menyusun tata cara pembelian Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset;
h.memastikan bahwa sistem yang dimilikinya menghasilkan informasi mengenai kegiatan operasional sehari-hari, kondisi keuangan, dan Portofolio Efek dan/atau portofolio investasi selain Efek yang menjadi aset dasar dalam Dana Investasi Multi Aset;
i.memiliki manajemen risiko, prosedur pemantauan risiko, dan pengendalian internal yang memadai, termasuk:
1.memiliki proses uji tuntas yang memadai atas pemilihan portofolio investasi yang menjadi aset dasar dalam Dana Investasi Multi Aset;
2.manajemen risiko likuiditas yang efektif dalam rangka pemenuhan kewajiban Dana Investasi Multi Aset dan disesuaikan dengan pola transaksi Unit Penyertaan yang ditetapkan dalam Kontrak Investasi Kolektif; dan
3.melakukan pemantauan berkelanjutan atas portofolio investasi yang menjadi aset dasar dalam Dana Investasi Multi Aset;
j.menyampaikan informasi kepada calon pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset tentang kebijakan investasi dan risiko investasi dalam dokumen keterbukaan;
k.memastikan pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset telah memahami dan mengerti tentang kebijakan investasi maupun risiko investasi pada Dana Investasi Multi Aset, yang dibuktikan dalam bentuk pernyataan tertulis dari pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset pada saat membeli Unit Penyertaan; dan
l.dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas sebaik mungkin semata-mata untuk kepentingan pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset.
(2)Dalam hal Manajer Investasi tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf l, Manajer Investasi wajib bertanggung jawab atas kerugian yang timbul karena tindakannya.

Bagian Ketiga
Kewajiban Bank Kustodian

Pasal 17
(1)Bank Kustodian yang mengadministrasikan Dana Investasi Multi Aset wajib:
a.memisahkan kekayaan Dana Investasi Multi Aset dari kekayaan Bank Kustodian;
b.melakukan pembukuan dan pelaporan termasuk memelihara semua catatan penting yang berkaitan dengan laporan keuangan dan pengelolaan Dana Investasi Multi Aset terpisah dari pembukuan dan pelaporan dari Bank Kustodian serta terpisah dari pembukuan dan pelaporan produk investasi lainnya;
c.menghitung Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset paling sedikit sekali dalam 1 (satu) bulan dan menyampaikannya kepada Otoritas Jasa Keuangan serta tersedia bagi pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset;
d.membukukan semua perubahan aset dalam Dana Investasi Multi Aset, jumlah Unit Penyertaan, pengeluaran, biaya pengelolaan, pendapatan bunga, atau pendapatan lain yang sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan;
e.menyelesaikan transaksi yang dilakukan Dana Investasi Multi Aset sesuai dengan instruksi Manajer Investasi;
f.membayarkan biaya pengelolaan dan biaya lain yang dikenakan pada aset dalam Dana Investasi Multi Aset sesuai Kontrak Investasi Kolektif;
g.membayarkan kepada pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset atas setiap pembagian hasil investasi yang berhubungan dengan Dana Investasi Multi Aset;
h.menyimpan catatan secara terpisah yang menunjukkan semua perubahan jumlah Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset yang dimiliki setiap pemegang Unit Penyertaan, nama, kewarganegaraan, alamat, serta identitas lain dari para pemegang Unit Penyertaan;
i.memberikan jasa Penitipan Kolektif dan kustodian sehubungan dengan kekayaan Dana Investasi Multi Aset;
j.menyusun dan menyampaikan laporan Dana Investasi Multi Aset kepada Manajer Investasi, Otoritas Jasa Keuangan, serta pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset;
k.menolak instruksi Manajer Investasi secara tertulis dengan tembusan kepada Otoritas Jasa Keuangan apabila instruksi tersebut pada saat diterima oleh Bank Kustodian secara jelas melanggar peraturan perundang-undangan dan/atau Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Multi Aset; dan
l.dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas sebaik mungkin semata-mata untuk kepentingan Dana Investasi Multi Aset.
(2)Dalam hal Bank Kustodian dari Dana Investasi Multi Aset tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf l maka Bank Kustodian dari Dana Investasi Multi Aset tersebut wajib bertanggung jawab atas kerugian yang timbul karena tindakannya.

Bagian Keempat
Hak Pemegang Unit Penyertaan

Pasal 18
Hak Pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset paling sedikit memuat:
a.bukti kepemilikan;
b.laporan keuangan tahunan Dana Investasi Multi Aset;
c.informasi mengenai Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset; dan
d.bagian atas hasil likuidasi.

BAB IV
DOKUMEN KETERBUKAAN DANA INVESTASI MULTI ASET

(1)Manajer Investasi pengelola Dana Investasi Multi Aset wajib menghitung nilai pasar wajar dari Efek dalam portofolio Dana Investasi Multi Aset dan menyampaikannya kepada Bank Kustodian paling lambat akhir hari bursa terakhir setiap bulan.
(2)Penilaian Efek dalam portofolio dari Dana Investasi Multi Aset wajib dilakukan oleh Manajer Investasi dengan metode yang mengacu pada peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai nilai pasar wajar dari Efek dalam portofolio Reksa Dana.

Pasal 21
(1)Manajer Investasi pengelola Dana Investasi Multi Aset wajib menetapkan nilai pasar wajar atas portofolio investasi selain Efek dengan ketentuan sebagai berikut:
a.pada setiap akhir hari bursa terakhir setiap bulan, untuk portofolio investasi selain Efek yang harga pasar wajarnya tersedia secara terbuka bagi umum; atau
b.pada setiap akhir tahun, untuk portofolio investasi selain Efek yang harga pasar wajarnya tidak tersedia secara terbuka bagi umum.
(2)Penghitungan harga pasar wajar dari portofolio investasi selain Efek sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b wajib didasarkan atas penilaian yang dilakukan oleh penilai independen yang ditunjuk oleh Manajer Investasi pengelola Dana Investasi Multi Aset.
(3)Manajer Investasi pengelola Dana Investasi Multi Aset wajib menyampaikan nilai pasar wajar atas portofolio investasi selain Efek kepada Bank Kustodian dengan ketentuan sebagai berikut:
a.paling lama 5 (lima) hari bursa setelah akhir bulan, untuk portofolio investasi selain Efek yang harga pasar wajarnya tersedia secara terbuka bagi umum; atau
b.paling lama 2 (dua) bulan sejak berakhirnya tahun buku Dana Investasi Multi Aset, untuk portofolio investasi selain Efek yang harga pasar wajarnya tidak tersedia secara terbuka bagi umum.

BAB VI
PENCATATAN KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
DANA INVESTASI MULTI ASET

Dalam memproses permohonan pencatatan atas Dana Investasi Multi Aset, Otoritas Jasa Keuangan melakukan penelaahan atas kelengkapan dokumen permohonan.

BAB VII
PELAPORAN KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF
DANA INVESTASI MULTI ASET

Pasal 24
(1)Penghitungan Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) huruf c wajib disampaikan oleh Bank Kustodian kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lambat pada hari bursa kesepuluh bulan berikutnya.
(2)Dalam hal Dana Investasi Multi Aset memiliki portofolio investasi selain Efek yang harga pasar wajarnya tidak tersedia secara periodik dan terbuka bagi umum maka untuk penghitungan Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset sebagaimana dimaksud pada ayat (1), nilai pasar wajar portofolio investasi yang digunakan adalah nilai pasar wajar yang dihitung berdasarkan hasil penilaian terakhir oleh penilai independen.
(3)Dalam hal Otoritas Jasa Keuangan telah menyediakan sistem elektronik penyampaian penghitungan Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset, penyampaian penghitungan Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disampaikan melalui sistem elektronik dimaksud.
(4)Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan kepada pemegang Unit Penyertaan secara tertulis ataupun secara elektronik dengan persetujuan pemegang Unit Penyertaan.
(5)Ketentuan mengenai tata cara pelaporan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan pemegang Unit Penyertaan diatur dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan.

Dalam hal Dana Investasi Multi Aset dibubarkan karena kondisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf a, Manajer Investasi wajib:
a.menyampaikan pembubaran, likuidasi, dan rencana pembagian hasil likuidasi Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Multi Aset kepada seluruh pemegang Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Multi Aset paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak diperintahkan oleh Otoritas Jasa Keuangan dan pada hari yang sama memberitahukan secara tertulis kepada Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset;
b.menginstruksikan kepada Bank Kustodian untuk membayarkan hasil likuidasi yang menjadi hak pemegang Unit Penyertaan dengan ketentuan perhitungannya dilakukan secara proporsional dari Nilai Aktiva Bersih pada saat pembubaran dan hasil likuidasi tersebut diterima pemegang Unit Penyertaan; dan
c.menyampaikan laporan hasil pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi Dana Investasi Multi Aset kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak diperintahkan pembubaran oleh Otoritas Jasa Keuangan dengan dokumen sebagai berikut:
1.laporan hasil pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi Dana Investasi Multi Aset dengan dilengkapi pendapat dari konsultan hukum yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan;
2.laporan keuangan terkait pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi Dana Investasi Multi Aset yang diaudit oleh akuntan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan; dan
3.akta pembubaran dan likuidasi Dana Investasi Multi Aset dari notaris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

Pasal 28
Dalam hal Dana Investasi Multi Aset dibubarkan karena kondisi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf b, Manajer Investasi wajib:
a.menyampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) hari kerja sejak terjadinya kesepakatan pembubaran Dana Investasi Multi Aset oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian dengan melampirkan:
1.kesepakatan pembubaran dan likuidasi Dana Investasi Multi Aset antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian;
2.persetujuan pemegang Unit Penyertaan Dana Investasi Multi Aset;
3.alasan pembubaran; dan
4.kondisi keuangan terakhir Dana Investasi Multi Aset,
dan pada hari yang sama menyampaikan rencana pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi Dana Investasi Multi Aset kepada para pemegang Unit Penyertaan serta memberitahukan secara tertulis kepada Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih Dana Investasi Multi Aset;
b.menginstruksikan kepada Bank Kustodian untuk membayarkan hasil likuidasi yang menjadi hak pemegang Unit Penyertaan dengan ketentuan perhitungannya dilakukan secara proporsional dari Nilai Aktiva Bersih pada saat likuidasi selesai dilakukan dan hasil likuidasi tersebut diterima pemegang Unit Penyertaan; dan
c.menyampaikan laporan hasil pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi Dana Investasi Multi Aset kepada Otoritas Jasa Keuangan paling lama 60 (enam puluh) hari sejak terjadinya kesepakatan pembubaran Dana Investasi Multi Aset oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian dengan dokumen sebagai berikut:
1.laporan hasil pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi Dana Investasi Multi Aset dengan dilengkapi pendapat dari konsultan hukum yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan;
2.laporan keuangan terkait pembubaran, likuidasi, dan pembagian hasil likuidasi Dana Investasi Multi Aset yang diaudit oleh akuntan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan; dan
3.akta pembubaran dan likuidasi Dana Investasi Multi Aset dari notaris yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan.

BAB IX
KETENTUAN SANKSI

Pasal 29
(1)Dengan tidak mengurangi ketentuan pidana di bidang Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan berwenang mengenakan sanksi administratif terhadap setiap pihak yang melakukan pelanggaran ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini, termasuk pihak yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut berupa:
a.peringatan tertulis;
b.denda, yaitu kewajiban untuk membayar sejumlah uang tertentu;
c.pembatasan kegiatan usaha;
d.pembekuan kegiatan usaha;
e.pencabutan izin usaha;
f.pembatalan persetujuan; dan
g.pembatalan pendaftaran.
(2)Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, atau huruf g dapat dikenakan dengan atau tanpa didahului pengenaan sanksi administratif berupa peringatan tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a.
(3)Sanksi administratif berupa denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dapat dikenakan secara tersendiri atau secara bersama-sama dengan pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, atau huruf g.

Pasal 30
Selain sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1), Otoritas Jasa Keuangan dapat melakukan tindakan tertentu terhadap setiap pihak yang melakukan pelanggaran ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini.

Pasal 31
Otoritas Jasa Keuangan dapat mengumumkan pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dan tindakan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 kepada masyarakat.

BAB X
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 32
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 24 Februari 2017
KETUA DEWAN KOMISIONER
OTORITAS JASA KEUANGAN,

MULIAMAN D. HADAD
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 28 Februari 2017
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,

YASONNA H.LAOLY



TAMBAHAN
LEMBARAN NEGARA RI



Pasal 1
Cukup jelas

Pasal 2
Cukup jelas

Pasal 3
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Dalam praktiknya "pertemuan langsung" dimaksud biasa disebut juga dengan face to face.
Pertemuan langsung dapat dilakukan melalui media elektronik antara lain seperti telekonferensi atau video konferensi.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Cukup jelas

Pasal 4
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Contoh Nama Dana Investasi Multi Aset yang mengandung ungkapan Dana Investasi Multi Aset tersebut memiliki manfaat yang belum tentu benar antara lain "Fleksi Dana Investasi Multi Aset XYZ Terbaik".
Huruf d
Cukup jelas

Pasal 5
Cukup jelas

Pasal 6
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas.
Ayat (4)
Huruf a
Pada saat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku, ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai nilai pasar wajar dari Efek dalam portofolio Reksa Dana yang berlaku adalah Peraturan Nomor IV.C.2, lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: Kep-367/BL/2012 tentang Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam Portofolio Reksa Dana.
Huruf b
Cukup jelas

Pasal 7
Cukup jelas

Pasal 8
Cukup jelas

Pasal 9
Huruf a
Yang dimaksud dengan "Efek" dalam ketentuan ini termasuk saham/Unit Penyertaan Reksa Dana atau produk investasi sejenis Reksa Dana dan/atau Kontrak Investasi Kolektif di luar negeri seperti unit trust dan mutual fund, Efek Beragun Aset, Unit Penyertaan Dana Investasi Real Estat, serta Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif lainnya yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Huruf b
Cukup jelas.
Huruf c
Cukup jelas.
Huruf d
Yang dimaksud dengan "Instrumen derivative" dalam ketentuan ini termasuk instrumen derivatif atas Efek atau indeks Efek maupun instrumen derivatif atas non Efek seperti derivatif atas mata uang (currency), derivatif atas tingkat suku bunga (interest rate), derivatif atas komoditas atau indeks komoditas, dan lain-lain.
Huruf e
Cukup jelas.
Huruf f
Cukup jelas.
Huruf g
Cukup jelas.
Huruf h
Cukup jelas.
Huruf i
Cukup jelas

Pasal 10
Cukup jelas

Pasal 11
Cukup jelas

Pasal 12
Ayat (1)
Dalam praktiknya "biaya pengelolaan berdasarkan kinerja" dimaksud biasa disebut dengan performance fee.
Ayat (2)
Cukup jelas

Pasal 13
Cukup jelas

Pasal 14
Cukup jelas

Pasal 15
Cukup jelas

Pasal 16
Cukup jelas

Pasal 17
Cukup jelas

Pasal 18
Cukup jelas

Pasal 19
Huruf a
Cukup jelas.
Huruf b
Keterangan ini mencakup pula fitur spesifik dari Dana Investasi Multi Aset dan jenis investasi yang akan dilakukan oleh Dana Investasi Multi Aset beserta alokasi investasi pada setiap jenis investasi tersebut.
Huruf c
Keterangan ini berisi pola, strategi investasi, dan/atau fokus yang akan diterapkan oleh Dana Investasi Multi Aset.
Contoh pola dan strategi investasi seperti berinvestasi pada growth stock/value stock.
Contoh fokus investasi seperti fokus pada global/regional/negara tertentu atau fokus pada pasar yang sedang berkembang (emerging market)/pasar yang sudah maju (developed market). Pada bagian ini termasuk pula keterangan dalam hal Dana Investasi Multi Aset menggunakan strategi khusus dalam berinvestasi seperti margin trading, short sale, repurchase agreement, dan transaksi derivatif.
Huruf d
Keterangan mengenai batasan investasi memuat secara jelas uraian strategi diversifikasi atau konsentrasi investasi yang akan dilakukan oleh Manajer Investasi dalam mengelola Dana Investasi Multi Aset.
Huruf e
Keterangan jenis Portofolio Efek dan/atau portofolio investasi selain Efek Dana Investasi Multi Aset memuat seluruh jenis dan karekteristik Efek dan/atau portofolio investasi selain Efek yang akan menjadi portofolio aset dalam Dana Investasi Multi Aset.
Contohnya Efek bersifat ekuitas dan Efek pendapatan tetap dalam negeri yang diperdagangkan di Bursa Efek atau di luar bursa Efek (over the counter).
Huruf f
Dalam praktiknya "produk terstruktur" dimaksud biasa disebut juga dengan structured product.
Angka 1
Cukup jelas.
Angka 2
Contoh tujuan penggunaan derivatif sebagai portofolio Dana Investasi Multi Aset seperti untuk tujuan hedging atau meningkatkan imbal hasil investasi.
Angka 3
Keterangan mengenai manajemen risiko yang akan diterapkan sebagaimana dimaksud dalam ketentuan angka ini juga mencakup manajemen risiko atas eksposur risiko dan metode penghitungan eksposur risiko yang ditimbulkan dari kepemilikan Efek derivatif dan/atau dalam Dana Investasi Multi Aset.
Huruf g
Angka 1
Cukup jelas.
Angka 2
Cukup jelas
Angka 3
Yang dimaksud "regulasi terbatas" dalam ketentuan angka ini adalah pengaturan atas jenis Efek atau portofolio selain Efek belum diatur atau belum diatur secara lengkap oleh otoritas.
Huruf h
Cukup jelas.
Huruf i
Cukup jelas

Pasal 20
Ayat (1)
Cukup jelas.
Ayat (2)
Pada saat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ini mulai berlaku, ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor Pasar Modal yang mengatur mengenai nilai pasar wajar dari Efek dalam portofolio Reksa Dana yang berlaku adalah Peraturan Nomor IV.C.2, lampiran Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: Kep-367/BL/2012 tentang Nilai Pasar Wajar dari Efek dalam Portofolio Reksa Dana.

Pasal 21
Ayat (1)
Huruf a
Contoh portofolio investasi selain Efek yang harga pasar wajarnya tersedia secara terbuka bagi umum adalah logam mulia dan harga pasar wajar komoditas.
Huruf b
Contoh portofolio investasi selain Efek yang harga pasar wajarnya tidak tersedia secara terbuka bagi umum adalah investasi langsung pada properti dan investasi langsung pada infrastruktur.
Ayat (2)
Cukup jelas.
Ayat (3)
Cukup jelas

Pasal 22
Cukup jelas

Pasal 23
Cukup jelas

Pasal 24
Cukup jelas

Pasal 25
Cukup jelas

Pasal 26
Cukup jelas

Pasal 27
Cukup jelas

Pasal 28
Cukup jelas

Pasal 29
Cukup jelas

Pasal 30
Cukup jelas

Pasal 31
Cukup jelas

Pasal 32
Cukup jelas


[tulis] » komentar « [baca]