BAB I
KETENTUAN UMUM

Penganugerahan Adiupaya Puritama meliputi 6 (enam) kategori:
a. pelaku pembangunan;
b. pengelola rusunawa;
c. swasta;
d. individu/organisasi;
e. pemerintah daerah; dan/atau
f.LPK/P.

Pasal 4
(1) Penganugerahan Adiupaya Puritama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 harus memenuhi persyaratan umum dan khusus (2) Persyaratan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup:
a. perorangan/individu dan kelompok, meliputi:
1. warga Negara Indonesia;
2. berdomisili di Indonesia;
3. berkelakuan baik;
4. tidak pernah dihukum penjara karena melakukan tindak kejahatan; dan
5. mempunyai kinerja baik.
b. badan usaha, meliputi:
1. berbadan hukum Indonesia;
2. berdomisili di Indonesia;
3. mempunyai kinerja baik; dan
4. sedang tidak dalam sengketa peradilan.
c. pemerintah daerah, meliputi:
1. memiliki unit kerja yang menangani bidang perumahan dan kawasan permukiman;
2. memiliki program perumahan dan kawasan permukiman yang terencana dan berkelanjutan.
(3) Persyaratan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup:
a. pelaku pembangunan, meliputi:
1. melakukan kerjasama atau berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya;
2. menunjukkan kepeloporan dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman;
3. melakukan inovasi yang kreatif dalam pembangunan perumahan dan kawasan permukiman.
b. Pengelola, meliputi:
1. melakukan kerjasama atau berkoordinasi dengan pemangku kepentingan lainnya;
2. menunjukkan kepeloporan dalam pengelolaaan perumahan dan kawasan permukiman;
3. melakukan inovasi yang kreatif dalam pengelolaan rumah susun sederhana sewa.
c. Swasta, meliputi:
1. kebijakan/komitmen CSR pada perumahan/infrastruktur penunjang;
2. lembaga pengelola CSR untuk perumahan dan/atau PSU;
3. implementasi dukungan pembangunan rumah;
4. kemitraan dengan Pemerintah atau pemangku kepentingan lainnya dalam CSR perumahan;
5. indikasi keberlajutan program perumahan.
d. individu/organisasi meliputi:
1. melakukan kerjasama atau berkoordinasi dengan pihak lain 2. menunjukkan kepeloporan dalam pembangunan perumahan dan permukiman;
3. melakukan inovasi yang kreatif bidang perumahan dan kawasan permukiman;
e. pemerintah daerah, meliputi:
1. kebijakan pembangunan perumahan dan permukiman tertuang dalam RPJMD;
2. pengelolaan dana APBD dan non APBD untuk pembangunan perumahan yang layak huni dan terjangkau dalam lingkungan yang sehat dan aman didukung dengan prasarana, sarana dan utilitas umum. (pengalokasian).
f.LPK/P, meliputi:
1. totalitas komitmen dengan mengupayakan secara sungguh-sungguh dalam melaksanakan program fasilitas likuiditas dalam berbagai situasi dan kondisi yang berkembang;
2. konsistensi dalam pelaksanaan penyaluran program fasilitas likuiditas secara berturut-turut tidak terputus dalam kurun waktu tertentu;
3. peningkatan kinerja dalam pelaksanaan program bantuan pembiayaan perumahan.

BAB III
BENTUK ADIUPAYA PURITAMA
DAN PIAGAM PENGHARGAAN

Pasal 6
(1) Bentuk Adiupaya Puritama berupa trophy yang terbuat dari akrylik bening berpadu dengan kayu jati berbentuk logo Hari Perumahan Nasional yang dibuat tiga dimensi.
(2) Adiupaya Puritama memiliki tinggi ke seluruh 32,5 sentimeter dan tulisan Adiupaya Puritama tercantum pada dasar trophy.
(3) Adiupaya Puritama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) logo, bentuk dan ukuran tercantum dalam lampiran I Peraturan Menteri ini.

Pasal 7
(1) Trophy Adiupaya Puritama diberikan kepada Peringkat Pertama, Peringkat Kedua, dan Peringkat Ketiga yang dibedakan hanya dengan warna lempengan plat yang ditempelkan pada kayu.
(2) Warna lempengan plat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sebagai berikut:
a. Peringkat Pertama dengan warna emas;
b. Peringkat Kedua dengan warna perak; dan
c. Peringkat Ketiga dengan warna perunggu.

Pasal 8
(1) Penerima Adiupaya Puritama diberikan piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Menteri.
(2) Piagam penghargaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran II Peraturan Menteri ini.

BAB IV
TATA CARA PENGUSULAN CALON PENERIMA
ADIUPAYA PURITAMA

(1) Penerima Adiupaya Puritama ditetapkan setiap tahun.
(2) Penetapan penerima Adiupaya Puritama sebagaimana dimaskud pada ayat (1) dengan Keputusan Menteri.

BAB V
PENGUMUMAN DAN PENGANUGERAHAN
ADIUPAYA PURITAMA

Pasal 11
(1) Nama penerima Adiupaya Puritama diumumkan pada peringatan hari perumahan nasional.
(2) Pengumuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipublikasikan melalui website Kementerian.

(1) Penganugerahan Adiupaya Puritama kepada individu tetapi telah meninggal dunia, dapat diwakili oleh ahli warisnya.
(2) Penganugerahan Adiupaya Puritama kepada badan usaha tetapi sudah tidak melakukan kegiatan usaha di bidang perumahan dan kawasan permukiman akan dilakukan penilaian kembali oleh Dewan Pertimbangan Penganugerahan Adiupaya Puritama.

Pasal 14
Penganugerahan Adiupaya Puritama dapat disertai hadiah uang, yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri.

BAB VI
DEWAN PERTIMBANGAN PENGANUGERAHAN
ADIUPAYA PURITAMA

(1) Dewan Pertimbangan Penganugerahan Adiupaya Puritama bertugas untuk:
a. meneliti para calon penerima Adiupaya Puritama.
b. mengusulkan dan memberikan pertimbangan terhadap calon penerima Adiupaya Puritama yang memenuhi persyaratan kepada Menteri.
c. menetapkan Tim Juri sesuai dengan kategori penganugerahan Adiupaya Puritama.
(2) Ketentuan mengenai Tim Juri sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c penetapannya diatur dengan Keputusan Eselon 1 selaku Ketua Dewan Pertimbangan Penganugerahan Adiupaya Puritama.

Pasal 17
(1) Tata Kerja Dewan Pertimbangan Penganugerahan Adiupaya Puritama diatur tersendiri oleh Dewan Pertimbangan Penganugerahan Adiupaya Puritama.
(2) Masa kerja Dewan Pertimbangan Penganugerahan Adiupaya Puritama 1 (satu) tahun dan dapat dipilih kembali.

BAB VII
PENCABUTAN HAK SEBAGAI PENERIMA
ADIUPAYA PURITAMA

Pasal 18
Apabila persyaratan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 tidak terpenuhi lagi oleh penerima Adiupaya Puritama, Menteri dapat mencabut hak penerima Adiupaya Puritama.

BAB IX
PEMBIAYAAN

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 10 Oktober 2011
MENTERI NEGARA PERUMAHAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA,

SUHARSO MONOARFA
Di undangkan di Jakarta
pada tanggal 17 Oktober 2011
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,

PATRIALIS AKBAR


Lampiran I

A.LOGO HARI PERUMAHAN NASIONAL (HAPERNAS)


B.MAKNA LOGO

Bagian Atas:
Bidang-bidang segitiga menggambarkan bentuk rumah (atap, struktur, dan dinding), rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang berperan penting dalam peningkatan harkat, martabat, dan kelangsungan generasi manusia. Kontur berbentuk rumah digunakan agar masyarakat lebih mudah mengenal, mengerti, dan mendalami logo tersebut.
Logo tersebut menggunakan beberapa warna.
*Hijau: bermakna kesegaran, seimbang, stabil dan harmonis.
*Abu-abu kehijauan: bermakna kekuatan struktur, cerdas, dan berpengalaman.
*Coklat: bermakna stabil, bermanfaat, natural, dan membumi (merakyat).

Bagian Bawah:
Garis lengkung horizontal berwarna coklat mendeskripsikan unsur tanah yang memberikan sumber kehidupan dan pijakan bagi manusia. Garis lengkung horizontal juga mengandung makna hak dasar atas rumah yang layak sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Amandemen IV Pasal 28H yang memberi pengaruh langsung terhadap kualitas kehidupan bangsa Indonesia.
Tiga bentuk rumah kecil merupakan gabungan dari bidang segitiga dan menggunakan gradasi warna hijau dan abu-abu yang bermakna dinamis. Bidang-bidang tersebut disusun membentuk rumah besar yang mengandung makan integrasi dan harmonis para stakeholder (pemerintah pusat/daerah, dunia usaha, dan masyarakat termasuk lembaga swadaya masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan perumahan dan permukiman yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.

C.TROPHY ADIUPAYA PURITAMA


D.MAKNA TROPHY ADIUPAYA PURITAMA
Adiupaya Puritama merupakan usaha yang dilakukan dengan bersungguh-sungguh dalam mewujudkan tempat tinggal atau hunian yang layak.

Bagian Atas
Berbentuk Logo Hari Perumahan Nasional (HAPERNAS) yang dua dimensional ditransformasikan menjadi tiga dimensional dengan struktur yang monumentalis, hal ini melambangkan pertumbuhan dan keanggunan.
Bagian atas terdiri dari 3 (tiga) unit yang terpadu menjadi kesatuan yang utuh, yaitu Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, dan Masyarakat dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan rumah yang layak huni dan terjangkau bagi masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam lingkungan yang sehat dan aman yang didukung dengan prasarana, sarana, dan utilitas umum dalam kerangka penyelenggaraan perumahan dan kawasan permukiman.

Bagian Bawah
Sebagai landasan (basic) yang didesain berbentuk silinder dan dibuat dari matrial kayu jati solid, melambangkan kekokohan, natural dan kehangatan.


Lampiran II

Contoh Piagam Penghargaan



[tulis] » komentar « [baca]