info: aktifkan javascript browser untuk tampilan normal...home
database peraturan
http://ngada.org

.
homeinfo PRINTProlegnasTabel LNTabel BN

kembali ke: Permen ESDM No 30 Thn 2012


LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
NOMOR: 30 TAHUN 2012
TENTANG
TARIF TENAGA LISTRIK YANG DISEDIAKAN OLEH
PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA


LAMPIRAN I-A

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PELAYANAN SOSIAL
BERLAKU 1 JANUARI 2013 s.d. 31 MARET 2013


Catatan
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
P: Faktor pengali untuk pembeda antara S-3 bersifat sosial murni dengan S-3 bersifat sosial komersial.
Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial murni P=1.
Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial komersial P=1,3.
Kategori S-3 bersifat sosial murni dan S-3 bersifat sosial komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat usahanya.
WBP: Waktu Beban Puncak.
LWBP Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN I-B

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PELAYANAN SOSIAL
BERLAKU 1 APRIL 2013 s.d. 30 JUNI 2013


Catatan
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
P: Faktor pengali untuk pembeda antara S-3 bersifat sosial murni dengan S-3 bersifat sosial komersial.
Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial murni P=1.
Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial komersial P=1,3.
Kategori S-3 bersifat sosial murni dan S-3 bersifat sosial komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat usahanya.
WBP: Waktu Beban Puncak.
LWBP Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN I-C

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PELAYANAN SOSIAL
BERLAKU 1 JULI 2013 s.d. 30 SEPTEMBER 2013


Catatan
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
P: Faktor pengali untuk pembeda antara S-3 bersifat sosial murni dengan S-3 bersifat sosial komersial.
Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial murni P=1.
Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial komersial P=1,3.
Kategori S-3 bersifat sosial murni dan S-3 bersifat sosial komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat usahanya.
WBP: Waktu Beban Puncak.
LWBP Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN I-D

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PELAYANAN SOSIAL
BERLAKU MULAI 1 OKTOBER 2013


Catatan
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
P: Faktor pengali untuk pembeda antara S-3 bersifat sosial murni dengan S-3 bersifat sosial komersial.
Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial murni P=1.
Untuk pelanggan S-3 yang bersifat sosial komersial P=1,3.
Kategori S-3 bersifat sosial murni dan S-3 bersifat sosial komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat usahanya.
WBP: Waktu Beban Puncak.
LWBP Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN II-A

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN RUMAH TANGGA
BERLAKU 1 JANUARI 2013 s.d. 31 MARET 2013


Catatan:



LAMPIRAN II-B

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN RUMAH TANGGA
BERLAKU 1 APRIL 2013 s.d. 30 JUNI 2013


Catatan:



LAMPIRAN II-C

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN RUMAH TANGGA
BERLAKU 1 JULI 2013 s.d. 30 SEPTEMBER 2013


Catatan:



LAMPIRAN II-D

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN RUMAH TANGGA
BERLAKU MULAI 1 OKTOBER 2013


Catatan:
*) Diterapkan Rekening Minimum (RM):
RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian.



LAMPIRAN III-A

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 JANUARI 2013 s.d. 31 MARET 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP: Waktu Beban Puncak.
LWBP: Luar Waktu Beban Puncak.




LAMPIRAN III-B

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 APRIL 2013 s.d. 30 JUNI 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP: Waktu Beban Puncak.
LWBP: Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN III-C

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 JULI 2013 s.d. 30 SEPTEMBER 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP: Waktu Beban Puncak.
LWBP: Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN III-D

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU MULAI 1 OKTOBER 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP: Waktu Beban Puncak.
LWBP: Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN IV-A

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 JANUARI 2013 s.d. 31 MARET 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN IV-B

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 APRIL 2013 s.d. 30 JUNI 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN IV-C

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 JULI 2013 s.d. 30 SEPTEMBER 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN IV-D

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU MULAI 1 OKTOBER 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN V-A

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 JANUARI 2013 s.d. 31 MARET 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN V-B

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 APRIL 2013 s.d. 30 JUNI 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN V-C

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 JULI 2013 s.d. 30 SEPTEMBER 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN V-D

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU MULAI 1 OKTOBER 2013


Catatan:
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN VI-A

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 JANUARI 2013 s.d. 31 MARET 2013


Catatan:
*) Perhitungan biaya beban didasarkan pada hasil pengukuran daya maksimum bulanan untuk:
a.daya maksimum bulanan 0,5 dari daya tersambung, biaya beban dikenakan sebesar daya maksimum terukur;
b.daya maksimum bulanan 0,5 dari daya tersambung, biaya beban dikenakan 50% daya tersambung terukur.
**) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam hal faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0,85 (delapan puluh lima per seratus).
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN VI-B

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 APRIL 2013 s.d. 30 JUNI 2013


Catatan:
*) Perhitungan biaya beban didasarkan pada hasil pengukuran daya maksimum bulanan untuk:
a.daya maksimum bulanan 0,5 dari daya tersambung, biaya beban dikenakan sebesar daya maksimum terukur;
b.daya maksimum bulanan 0,5 dari daya tersambung, biaya beban dikenakan 50% daya tersambung terukur.
**) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam hal faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0,85 (delapan puluh lima per seratus).
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN VI-C

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU 1 JULI 2013 s.d. 30 SEPTEMBER 2013


Catatan:
*) Perhitungan biaya beban didasarkan pada hasil pengukuran daya maksimum bulanan untuk:
a.daya maksimum bulanan 0,5 dari daya tersambung, biaya beban dikenakan sebesar daya maksimum terukur;
b.daya maksimum bulanan 0,5 dari daya tersambung, biaya beban dikenakan 50% daya tersambung terukur.
**) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam hal faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0,85 (delapan puluh lima per seratus).
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.




LAMPIRAN VI-D

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS
BERLAKU MULAI 1 OKTOBER 2013


Catatan:
*) Perhitungan biaya beban didasarkan pada hasil pengukuran daya maksimum bulanan untuk:
a.daya maksimum bulanan 0,5 dari daya tersambung, biaya beban dikenakan sebesar daya maksimum terukur;
b.daya maksimum bulanan 0,5 dari daya tersambung, biaya beban dikenakan 50% daya tersambung terukur.
**) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam hal faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0,85 (delapan puluh lima per seratus).
K: Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat (1,4 ≤ K ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN VII-A

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PENJUALAN CURAH
BERLAKU 1 JANUARI 2013 s.d. 31 MARET 2013


Catatan:
Tarif ini untuk keperluan penjualan secara curah kepada Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.
Q: Faktor pengali untuk pembeda antara konsumen komersial dan konsumen non-komersial (0,8 ≤ Q ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Konsumen Komersial, antara lain apartemen, pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, dan kawasan perumahan. Konsumen Non-Komersial, antara lain pasar tradisional, rumah susun sewa, dan rumah susun sederhana.
Kategori Konsumen Komersial dan Non-Komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat pemakaian/usahanya
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN VII-B

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PENJUALAN CURAH
BERLAKU 1 APRIL 2013 s.d. 30 JUNI 2013


Catatan:
Tarif ini untuk keperluan penjualan secara curah kepada Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.
Q: Faktor pengali untuk pembeda antara konsumen komersial dan konsumen non-komersial (0,8 ≤ Q ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Konsumen Komersial, antara lain apartemen, pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, dan kawasan perumahan. Konsumen Non-Komersial, antara lain pasar tradisional, rumah susun sewa, dan rumah susun sederhana.
Kategori Konsumen Komersial dan Non-Komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat pemakaian/usahanya
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN VII-C

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PENJUALAN CURAH
BERLAKU 1 JULI 2013 s.d. 30 SEPTEMBER 2013


Catatan:
Tarif ini untuk keperluan penjualan secara curah kepada Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.
Q: Faktor pengali untuk pembeda antara konsumen komersial dan konsumen non-komersial (0,8 ≤ Q ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Konsumen Komersial, antara lain apartemen, pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, dan kawasan perumahan. Konsumen Non-Komersial, antara lain pasar tradisional, rumah susun sewa, dan rumah susun sederhana.
Kategori Konsumen Komersial dan Non-Komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat pemakaian/usahanya
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN VII-D

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN PENJUALAN CURAH
BERLAKU MULAI 1 OKTOBER 2013


Catatan:
Tarif ini untuk keperluan penjualan secara curah kepada Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik.
Q: Faktor pengali untuk pembeda antara konsumen komersial dan konsumen non-komersial (0,8 ≤ Q ≤ 2), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Konsumen Komersial, antara lain apartemen, pusat perbelanjaan, kawasan bisnis, dan kawasan perumahan. Konsumen Non-Komersial, antara lain pasar tradisional, rumah susun sewa, dan rumah susun sederhana.
Kategori Konsumen Komersial dan Non-Komersial ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan mempertimbangkan kemampuan bayar dan sifat pemakaian/usahanya
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.



LAMPIRAN VIII-A

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN LAYANAN KHUSUS
BERLAKU 1 JANUARI 2013 s.d. 31 MARET 2013


Catatan:
Tarif untuk dasar perhitungan harga atas tenaga listrik yang oleh karena sesuatu hal tidak dapat dikenakan menurut tarif baku sebagaimana tercantum dalam Lampiran I-A, Lampiran II-A, Lampiran III-A, Lampiran IV-A, Lampiran V-A, Lampiran VI-A, dan Lampiran VII-A Peraturan Menteri ini, yaitu:
a.ekspor impor, dengan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik lainnya dan pemegang izin operasi;
b.bersifat sementara maksimum 3 (tiga) bulan, khusus untuk kegiatan konstruksi atau kegiatan musiman atau uji coba produksi maksimum 24 (dua puluh empat) bulan dan dapat diperpanjang;
c.untuk stasiun pengisian listrik umum;
d.untuk kawasan bisnis dan kawasan industri yang memerlukan tingkat keandalan khusus, atau hanya sebagai cadangan pasokan;
e.untuk keperluan bisnis dan industri yang mempunyai wilayah kerja tersebar dan menginginkan pembayaran terpusat; atau
f.adanya bisnis para pihak yang saling menguntungkan dengan kualitas layanan tertentu, khusus untuk keperluan bisnis dan industri dengan daya di atas 200 kVA.
Pelaksanaan penerapan tarif untuk keperluan Layanan Khusus ditetapkan lebih lanjut oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Keterangan :
*) Sebagai tarif maksimum.
Di dalam mengimplementasikan, angka tarif ini dikalikan terhadap faktor pengali "N" dengan nilai "N" tidak lebih dari 1 (satu).



LAMPIRAN VIII-B

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN LAYANAN KHUSUS
BERLAKU 1 APRIL 2013 s.d. 30 JUNI 2013


Catatan:
Tarif untuk dasar perhitungan harga atas tenaga listrik yang oleh karena sesuatu hal tidak dapat dikenakan menurut tarif baku sebagaimana tercantum dalam Lampiran I-A, Lampiran II-A, Lampiran III-A, Lampiran IV-A, Lampiran V-A, Lampiran VI-A, dan Lampiran VII-A Peraturan Menteri ini, yaitu:
a.ekspor impor, dengan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik lainnya dan pemegang izin operasi;
b.bersifat sementara maksimum 3 (tiga) bulan, khusus untuk kegiatan konstruksi atau kegiatan musiman atau uji coba produksi maksimum 24 (dua puluh empat) bulan dan dapat diperpanjang;
c.untuk stasiun pengisian listrik umum;
d.untuk kawasan bisnis dan kawasan industri yang memerlukan tingkat keandalan khusus, atau hanya sebagai cadangan pasokan;
e.untuk keperluan bisnis dan industri yang mempunyai wilayah kerja tersebar dan menginginkan pembayaran terpusat; atau
f.adanya bisnis para pihak yang saling menguntungkan dengan kualitas layanan tertentu, khusus untuk keperluan bisnis dan industri dengan daya di atas 200 kVA.
Pelaksanaan penerapan tarif untuk keperluan Layanan Khusus ditetapkan lebih lanjut oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Keterangan :
*) Sebagai tarif maksimum.
Di dalam mengimplementasikan, angka tarif ini dikalikan terhadap faktor pengali "N" dengan nilai "N" tidak lebih dari 1 (satu).



LAMPIRAN VIII-C

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN LAYANAN KHUSUS
BERLAKU 1 JULI 2013 s.d. 30 SEPTEMBER 2013


Catatan:
Tarif untuk dasar perhitungan harga atas tenaga listrik yang oleh karena sesuatu hal tidak dapat dikenakan menurut tarif baku sebagaimana tercantum dalam Lampiran I-A, Lampiran II-A, Lampiran III-A, Lampiran IV-A, Lampiran V-A, Lampiran VI-A, dan Lampiran VII-A Peraturan Menteri ini, yaitu:
a.ekspor impor, dengan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik lainnya dan pemegang izin operasi;
b.bersifat sementara maksimum 3 (tiga) bulan, khusus untuk kegiatan konstruksi atau kegiatan musiman atau uji coba produksi maksimum 24 (dua puluh empat) bulan dan dapat diperpanjang;
c.untuk stasiun pengisian listrik umum;
d.untuk kawasan bisnis dan kawasan industri yang memerlukan tingkat keandalan khusus, atau hanya sebagai cadangan pasokan;
e.untuk keperluan bisnis dan industri yang mempunyai wilayah kerja tersebar dan menginginkan pembayaran terpusat; atau
f.adanya bisnis para pihak yang saling menguntungkan dengan kualitas layanan tertentu, khusus untuk keperluan bisnis dan industri dengan daya di atas 200 kVA.
Pelaksanaan penerapan tarif untuk keperluan Layanan Khusus ditetapkan lebih lanjut oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Keterangan :
*) Sebagai tarif maksimum.
Di dalam mengimplementasikan, angka tarif ini dikalikan terhadap faktor pengali "N" dengan nilai "N" tidak lebih dari 1 (satu).



LAMPIRAN VIII-D

TARIF TENAGA LISTRIK UNTUK KEPERLUAN LAYANAN KHUSUS
BERLAKU MULAI 1 OKTOBER 2013


Catatan:
Tarif untuk dasar perhitungan harga atas tenaga listrik yang oleh karena sesuatu hal tidak dapat dikenakan menurut tarif baku sebagaimana tercantum dalam Lampiran I-A, Lampiran II-A, Lampiran III-A, Lampiran IV-A, Lampiran V-A, Lampiran VI-A, dan Lampiran VII-A Peraturan Menteri ini, yaitu:
a.ekspor impor, dengan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik lainnya dan pemegang izin operasi;
b.bersifat sementara maksimum 3 (tiga) bulan, khusus untuk kegiatan konstruksi atau kegiatan musiman atau uji coba produksi maksimum 24 (dua puluh empat) bulan dan dapat diperpanjang;
c.untuk stasiun pengisian listrik umum;
d.untuk kawasan bisnis dan kawasan industri yang memerlukan tingkat keandalan khusus, atau hanya sebagai cadangan pasokan;
e.untuk keperluan bisnis dan industri yang mempunyai wilayah kerja tersebar dan menginginkan pembayaran terpusat; atau
f.adanya bisnis para pihak yang saling menguntungkan dengan kualitas layanan tertentu, khusus untuk keperluan bisnis dan industri dengan daya di atas 200 kVA.
Pelaksanaan penerapan tarif untuk keperluan Layanan Khusus ditetapkan lebih lanjut oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
Keterangan :
*) Sebagai tarif maksimum.
Di dalam mengimplementasikan, angka tarif ini dikalikan terhadap faktor pengali "N" dengan nilai "N" tidak lebih dari 1 (satu).


[tulis] » komentar « [baca]
LDj © 2010

© LDj - 2010 • ke atas